Hubungan Tiongkok-Indonesia Makin Erat, Medan Dilirik untuk Perluasan Investasi

  • 27 Jun 2026 18:34 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Beijing - Pemerintah Tiongkok berharap kerja sama dengan Indonesia dapat diperluas hingga ke tingkat daerah, termasuk Kota Medan. Ibu kota Sumatera Utara (Sumut) ini dinilai memiliki potensi ekonomi yang besar.

Harapan tersebut disampaikan Kepala Divisi Urusan Asia Tenggara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Xiang Fangqiang, saat berdialog dengan delegasi media Indonesia dari Sumatra, di Beijing, Jumat 26 Juni 2026

Xiang menuturkan hubungan kedua negara kini berada pada fase terbaik sepanjang sejarah. Hal ini tercermin dari intensitas kunjungan kenegaraan. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah tiga kali mengunjungi Tiongkok dalam dua tahun terakhir, dan menjalin hubungan yang sangat erat dengan Presiden Xi Jinping.

"Kedua pemimpin memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi. Hubungan Tiongkok dan Indonesia kini memasuki babak baru dengan membangun komunitas masa depan bersama," katanya.

Kepala Divisi Urusan Asia Tenggara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Xiang Fangqiang, saat berdialog dengan delegasi media Indonesia dari Sumatra, di Beijing, Kamis 25 Juni 2026 (Foto: RRI/Besty Simatupang)

Ia menjelaskan, kemitraan kedua negara dibangun melalui lima pilar utama, yakni politik, ekonomi, sosial budaya, keamanan, serta maritim. Kelima pilar ini menjadi fondasi kokoh bagi kemitraan strategis yang terus berkembang.

Di sektor ekonomi, Tiongkok telah menjadi mitra dagang terbesar Indonesia selama 13 tahun berturut-turut, sekaligus investor asing terbesar. Nilai investasi Tiongkok di Indonesia terus meningkat, dan kini mulai diarahkan ke luar Pulau Jawa.

Xiang berharap investasi tersebut juga semakin besar masuk ke Kota Medan dan Sumatera Utara, yang memiliki potensi sumber daya alam melimpah terutama di bidang pertambangan.

Ke depan, Tiongkok dan Indonesia akan menyelaraskan Rencana Pembangunan 15 Tahun ke-15 Tiongkok dengan visi Indonesia Emas 2045. Fokusnya pada energi baru, kecerdasan buatan (AI), ekonomi digital, serta hilirisasi sumber daya alam.

Pada kesempatan itu, Xiang juga mengumumkan bahwa Tiongkok kini menerapkan kebijakan bebas visa transit selama 10 hari (240 jam) bagi warga negara Indonesia. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan jumlah wisatawan dan pelaku usaha Indonesia yang berkunjung ke Tiongkok.

"Pintu Tiongkok akan semakin terbuka. Kami menyambut lebih banyak sahabat dari Indonesia untuk datang, melihat langsung, dan merasakan perkembangan Tiongkok," ucapnya.

Ia juga mencatat keterbukaan Tiongkok terhadap jurnalis dan tokoh agama kini jauh lebih baik dibandingkan satu dekade lalu. Hal ini mencerminkan komitmen Tiongkok terhadap keterbukaan berkualitas tinggi.

Wakil Konsul Jenderal Tiongkok di Medan, Yu Lei, mengatakan pihaknya siap memfasilitasi berbagai bentuk kerja sama dan komunikasi langsung antara daerah di Indonesia dan Tiongkok.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....