Museum Pengeboman Chongqing 6-5, Saksi Sejarah Perlawanan Rakyat Tiongkok

  • 25 Jun 2026 20:07 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Chongqing - Museum Sejarah Peristiwa Pengeboman Chongqing 6-5 menjadi saksi perlawanan rakyat Tiongkok untuk tidak menyerah terhadap agresi Jepang. Di tempat ini, kita bisa menyaksikan terowongan yang menjadi saksi bisu saat perang terjadi.

Museum ini menjadi salah satu tempat yang dikunjungi delegasi media dari Sumatra, di Chongqing, China, Selasa 23 Juni 2026. Berada di tengah gedung mewah, di Jalan Ciqi, Distrik Yuzhong, Chongqing, dekat dengan Jiaochangkou. Meski tidak besar, museum ini bisa menjelaskan bagaimana peristiwa pengeboman pada tahun 1938 hingga Desember 1944 terjadi.

Di tempat ini, kita bisa menyaksikan terowongan yang menjadi saksi bisu saat perang terjadi. Tentara Jepang melakukan pengeboman strategis terhadap Chongqing dan sekitarnya selama 6 tahun 10 bulan, yang dikenal dalam sejarah sebagai Pengeboman Besar Chongqing.

Museum ini masuk dalam daftar pertama situs peninggalan Perang Perlawanan, dan merupakan unit perlindungan peninggalan budaya Kota Chongqing. Selama perang rakyat Tiongkok melawan agresi Jepang, Chongqing menjadi ibu kota masa perang pemerintahan Nasionalis dan pusat komando Front Timur Jauh dari Perang Anti-Fasis Dunia. Karena status dan peran strategisnya yang penting, maka Jepang berusaha menghancurkan keinginan rakyat Tiongkok untuk melawan.

Pengunjung memenuhi Museum Sejarah Peristiwa Pengeboman Chongqing 6-5, di Chongqing, China, Selasa 23 Juni 2026 (Foto: RRI/Besty Simatupang)

Di museum ini, Terowongan 6-5 itu masih terlihat jelas, meskipun ada yang telah diperbaiki. Terowongan ini menjadi saksi bahwa tanggal 5 Juni 1941, ada 24 pesawat Jepang dalam tiga gelombang melancarkan serangan malam ke Chongqing. Serangan yang terjadi pada malam hari membuat banyak warga panik, dan berbondong-bondong masuk ke terowongan tersebut.

Terowongan ini mulai dibangun pada akhir tahun 1938, dengan kedalaman sekitar 10 meter di bawah tanah, lebar dan tinggi sekitar 2 meter. Terowongan membentang sekitar 2 kilometer, dan memiliki 3 pintu masuk dan keluar di cabangnya, yang dapat menampung sekitar 5.000 orang.

Namun pada malam itu, lebih dari 10.000 orang berdesakan di dalam terowongan sepanjang 190 meter ini. Karena terlalu banyak orang yang mengungsi, ventilasi yang tersumbat dan waktu pengeboman yang lama, mengakibatkan ribuan warga sipil termasuk anak-anak meninggal karena sesak napas dan terinjak-injak. Peristiwa ini dikenal dalam sejarah sebagai "Tragedi Sesak Napas Terowongan Besar 6-5", yang menggemparkan dunia.

Selama 6 tahun 10 bulan Pengeboman Besar Chongqing, total korban meninggal mencapai 32.829 orang. Sebanyak 11.814 rumah dan 21.295 ruangan hancur, dengan kerugian harta benda sekitar 10 miliar yuan.

Dibuka untuk Umum

Pada tahun 2019, Kantor Pertahanan Udara Rakyat Kota Chongqing melakukan renovasi terhadap museum dengan teknologi baru untuk merekonstruksi peristiwa tersebut. Dan pada tahun 2021, museum ini secara resmi dibuka untuk umum, untuk memperingati para korban dalam Pengeboman Besar Chongqing, khususnya Tragedi Terowongan 6-5. Dibukanya museum ini juga untuk menginspirasi generasi penerus mengatasi segala kesulitan, dan berjuang demi kebangkitan besar bangsa Tiongkok.

Museum tiga lantai ini memiliki luas bangunan 1.181 meter persegi. Museum ini dibuka gratis untuk umum dari hari Selasa hingga Minggu pukul 10.00–18.00. Museum hanya tutup pada hari Senin.

Dengan mengunjungi mesuem ini, pengunjung dapat merasakan secara mendalam dampak kejam perang terhadap warga sipil. Pengunjung juga dapat merasakan semangat pantang menyerah kota yang terlahir kembali itu dari kehancuran.

Hingga Juli 2025, museum ini telah menerima lebih dari 810.000 pengunjung. Museum menjadi tujuan pendidikan sejarah dan budaya yang penting di Chongqing.

Setiap tahun pada tanggal 5 Juni, suara sirine peringatan serangan udara bergema di atas kota. Orang-orang dari berbagai lapisan masyarakat berkumpul di depan situs lama Tragedi Terowongan "6-5" di Jiaochangkou. Mereka memberi penghormatan kepada para korban yang tewas dalam Pengeboman Besar Chongqing.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....