Delegasi Islam Kunjungi Museum Partai Komunis China di Beijing
- 17 Mei 2026 20:23 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Delegasi Islam dari wilayah kerja Konsulat Jenderal China di Medan mengunjungi Museum Partai Komunis China (PKC), di Beijing, Sabtu 16 Mei 2026. Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempelajari sejarah perjuangan PKC selama lebih dari 100 tahun, serta perkembangan sejarah modern China.
Pemandu wisata, David, menjelaskan Museum Partai Komunis China di Distrik Chaoyang, Beijing, resmi dibuka pada 2021 bertepatan dengan peringatan 100 tahun berdirinya Partai Komunis China. Bangunan museum memiliki luas sekitar 147 ribu meter persegi dengan desain berbentuk aksara “gong” (工), yang melambangkan PKC sebagai pelopor kelas pekerja di China.
Di sisi timur dan barat bangunan terdapat 28 pilar yang melambangkan perjalanan perjuangan PKC sejak berdiri pada 1921, hingga berdirinya Republik Rakyat China pada 1949. Di area plaza juga berdiri lima kelompok patung bertema “Bendera”, “Kepercayaan”, “Pencapaian”, “Perjuangan”, dan “Mengejar Impian” yang menggambarkan perjalanan sejarah serta perkembangan China modern.
Pameran utama museum bertajuk “Tetap Berpegang pada Misi Awal” menampilkan lebih dari 2.500 foto dan sekitar 4.500 koleksi benda bersejarah. Ini menggambarkan perjalanan PKC sejak masa pendirian, berdirinya China baru, reformasi dan keterbukaan, hingga era modern saat ini.
"Museum memadukan teknologi multimedia interaktif, rekonstruksi adegan sejarah, dan konsep pameran imersif. Sehingga pengunjung dapat memahami perkembangan sejarah modern China secara lebih mendalam," ujarnya.
Selama kunjungan, anggota delegasi melihat langsung arsip sejarah, dokumentasi visual, serta berbagai koleksi benda bersejarah yang menampilkan perjalanan China dalam berbagai periode. Mulai dari revolusi, pembangunan nasional, reformasi dan keterbukaan, hingga modernisasi negara.
Delegasi juga mempelajari pencapaian China dalam pengentasan kemiskinan, inovasi teknologi, pembangunan infrastruktur, dan perkembangan sosial. Selain itu, area pameran mengenai Perang Perlawanan Rakyat China terhadap agresi Jepang turut menjadi perhatian rombongan.
Melalui arsip sejarah, dokumen pertempuran, benda-benda perang, hingga materi mengenai penyerahan tanpa syarat Jepang. Museum menampilkan perjalanan perang selama 14 tahun yang menjadi bagian penting dari Perang Dunia II dan perang anti-fasis dunia.
Museum juga menampilkan peta invasi, foto-foto masa perang, serta rekonstruksi multimedia terkait peristiwa invasi Jepang, seperti Insiden Mukden dan Insiden Jembatan Marco Polo. Sejumlah koleksi penting seperti telegram operasi Pertempuran Seratus Resimen, dokumen penyelesaian damai Insiden Xi’an, hingga perlengkapan militer Jepang yang disita oleh Tentara Kedelapan Rute dan Tentara Keempat Baru turut dipamerkan.
Rombongan juga mengunjungi area pameran mengenai berdirinya Republik Rakyat China, reformasi dan keterbukaan. Serta perkembangan China di era modern untuk memperdalam pemahaman mengenai sejarah modern dan proses pembangunan negara tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....