Transformasi Shanghai dari Permukiman Asing Menjadi Kota Ekonomi
- 06 Agt 2025 20:57 WIB
- Medan
KBRN, Shanghai: Shanghai kini dikenal sebagai salah satu kota paling modern dan berpengaruh di Tiongkok. Terletak di muara Sungai Yangtze yang menghadap langsung ke Laut Tiongkok Timur, kota ini telah mengalami transformasi besar dari permukiman asing menjadi pusat ekonomi dan keuangan global.
Sejarah modern Shanghai dimulai pada abad ke-19, tepatnya setelah Perang Candu I tahun 1842. Berdasarkan Perjanjian Nanking, Shanghai dijadikan pelabuhan perjanjian dan dibuka untuk perdagangan luar negeri.
“Hal ini menyebabkan kota terbagi ke dalam beberapa kawasan konsesi asing, masing-masing dengan sistem pemerintahan dan tata kota tersendiri,” kata Richard, pemandu wisata Shanghai kepada RRI di Shanghai Urban Planning Exhibition Hall, Sabtu (2/8/2024).
Kawasan International Settlement, yang merupakan permukiman Inggris dan permukiman Amerika, menjadi wilayah paling luas dan berpengaruh di sektor ekonomi. Pemerintahannya dikelola oleh Shanghai Municipal Council dan dikenal sebagai pusat perdagangan, perbankan, dan logistik internasional.
Sementara itu, French Concession berkembang dari 66 hektar menjadi 1.500 hektar. Kawasan ini dikenal dengan pepohonan rindang, arsitektur Eropa, dan tata kota yang teratur.
“Saat ini, kawasan French Concession menjadi salah satu zona pelestarian warisan budaya terbesar di Shanghai, yang sebagian besar gedung dan jalannya dilindungi pemerintah,” ujar Richard kepada RRI.

Deretan bangunan bergaya arsitektur Eropa di kawasan The Bund, Shanghai. Kawasan ini merupakan peninggalan sejarah era konsesi asing dan kini menjadi salah satu destinasi wisata ikonik di kota tersebut. (Foto: RRI/Mario Pascal)
Secara administratif, Shanghai mencakup wilayah seluas 6.340 kilometer persegi, menjadikannya salah satu kota terbesar di Tiongkok.
“Posisi geografisnya yang strategis di delta Sungai Yangtze menjadikan kota ini pintu gerbang utama perdagangan internasional. Sungai Huangpu yang membelah kota menciptakan dua wilayah utama: Puxi di barat dan Pudong di timur,” ucap Richard.
Puxi, sebagai kawasan barat, merupakan pusat sejarah kota. The Bund, ikon kota di tepi Sungai Huangpu, dihiasi deretan bangunan bergaya Gothic, Barok, dan Art Deco peninggalan masa kolonial. Wilayah ini juga menjadi pusat budaya, perbelanjaan, dan permukiman warga lokal.
Sebaliknya, Pudong mengalami perubahan drastis sejak 1990-an, ketika pemerintah pusat menetapkannya sebagai zona pengembangan ekonomi. Dalam waktu singkat, Pudong berubah dari lahan pertanian menjadi distrik keuangan futuristik. Gedung-gedung pencakar langit seperti Shanghai Tower, Shanghai World Financial Center, dan Oriental Pearl Tower menjadi simbol kemajuan arsitektur dan ekonomi kota.
“Kalau Beijing dikenal sebagai ibu kota, Shanghai dikenal sebagai kota finansial dan ekonomi,” tambah Richard.
Untuk mendukung konektivitas antara Puxi dan Pudong, pemerintah membangun berbagai infrastruktur seperti Nanpu Bridge, Yangpu Bridge, dan Lupu Bridge, serta terowongan bawah tanah seperti Yanan East Road Tunnel.
Dalam upaya mengurangi kepadatan dan mendorong pemerataan pembangunan, Shanghai juga mengembangkan sejumlah kota baru di pinggiran, seperti Jiading, Qingpu, Songjiang, Fengxian, dan Nanhui.
“Sudah banyak pembangunan di sana, dan pemerintah mendorong masyarakat untuk pindah ke kota-kota baru tersebut,” ujar Richard.
Di sektor pariwisata, Shanghai menjadi salah satu destinasi utama di Tiongkok berkat beragam landmark yang ikonik dan menarik. Salah satunya adalah The Bund, kawasan tepi sungai yang terkenal dengan deretan bangunan bergaya kolonial yang mencerminkan sejarah internasional kota ini. Tak jauh dari sana, terdapat Nanjing Road, salah satu kawasan perbelanjaan paling sibuk di dunia yang dipenuhi toko-toko modern dan pertokoan tradisional. Pengunjung juga dapat menikmati keindahan Yu Garden, taman klasik yang dibangun pada era Dinasti Ming dengan arsitektur tradisional dan lanskap yang tenang.
Di pinggiran kota, Zhujiajiao, sebuah kota air kuno yang dijuluki “Venesia dari Shanghai,” menawarkan suasana romantis dengan jembatan batu dan kanal-kanal yang menawan. Sementara itu, Museum Shanghai menghadirkan koleksi seni dan artefak sejarah yang menggambarkan kekayaan budaya Tiongkok dari berbagai periode.
Dari sisi ekonomi, Shanghai memiliki Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar di antara seluruh kota di Tiongkok. Kota ini menjadi markas Bursa Saham Shanghai (SSE), bursa saham terbesar di Asia daratan, dan pusat dari ratusan bank serta lembaga keuangan domestik maupun internasional.
Pelabuhan Shanghai adalah pelabuhan peti kemas tersibuk di dunia, dilengkapi fasilitas canggih seperti Yangshan Deep-Water Port dan Waigaoqiao Port. Shanghai juga menjadi pusat manufaktur dan teknologi tinggi dalam bidang otomotif, elektronik, semikonduktor, hingga bioteknologi. Kawasan Free Trade Zone (FTZ) dan Lingang Special Area berperan penting dalam menarik investasi asing dan mendorong pengembangan industri masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....