Dua Tower Penanda Waktu di Kota Xi’an Kuno
- 06 Agt 2025 17:55 WIB
- Medan
KBRN, Xi’an: Dua bangunan bersejarah, Menara Lonceng (Bell Tower) dan Menara Gendang (Drum Tower), berdiri megah di pusat kota Xi’an, Tiongkok. Keduanya merupakan landmark ikonik yang menjadi simbol tata kota dan kehidupan sosial sejak masa Dinasti Ming. Terletak berhadapan di alun-alun utama kota tua, kedua menara ini dahulu berfungsi sebagai penanda waktu dan pusat komunikasi publik.
“Menara Lonceng digunakan untuk membunyikan lonceng pada pagi hari sebagai tanda dimulainya aktivitas kota, sementara Tower Gendang membunyikan drum besar saat senja untuk menandai berakhirnya hari,” ujar May, pemandu wisata kota Xi’an kepada RRI.
Selain penanda waktu, kedua menara juga berfungsi sebagai sistem peringatan darurat pada masa lalu. Bunyi lonceng atau drum yang dibunyikan secara khusus digunakan untuk memperingatkan penduduk tentang kebakaran, serangan musuh, atau bencana.
Menara Lonceng berdiri di titik tengah kota lama Xi’an, di persimpangan empat jalan utama yang mengarah ke gerbang timur, barat, utara, dan selatan Tembok Kota Xi’an. Sementara itu, Menara Gendang terletak beberapa ratus meter di barat laut Bell Tower, mengarah ke kawasan Muslim Quarter dan Gerbang Barat (Andingmen).
“Keduanya dibangun mengikuti tata kota tradisional Tiongkok yang menempatkan bangunan penting di pusat geometris. Sampai sekarang, area ini tetap menjadi jantung kota tua Xi’an,” ucap May.
Menara Gendang dibangun lebih awal pada tahun 1380, berbentuk persegi panjang dengan tinggi sekitar 34 meter. Menara ini berdiri di atas fondasi batu bata besar yang menopang struktur kayu berat dengan atap bertingkat dua dan genteng glasir hijau tua. Bagian dalamnya dulunya menampung gendang raksasa, kini digantikan dengan replika dan koleksi gendang dari berbagai daerah.

Menara Lonceng (Bell Tower) di Kota Xi'an, Tiongkok (Foto: RRI/Mario Pascal)
Sementara Menara Lonceng dibangun pada tahun 1384 dan dipindahkan ke lokasi sekarang pada 1582. Struktur persegi simetris ini sedikit lebih tinggi (sekitar 36 meter) dan memiliki tiga tingkat atap yang ditutupi genteng emas-hijau berkilau. Lonceng perunggu besar yang dahulu digantung di lantai dua kini dipajang di dekat bangunan.
Kedua menara kini difungsikan sebagai museum. Menara Gendang memamerkan koleksi gendang dari berbagai dinasti serta menyajikan pertunjukan gendang tradisional beberapa kali dalam sehari. Sementara Bell Tower menyimpan replika lonceng, perabotan antik, dan informasi sejarah Xi’an.
Pengunjung dapat menaiki tangga ke balkon di lantai atas untuk melihat panorama kota 360 derajat, termasuk pemandangan Muslim Quarter, City Wall, dan pusat kota modern.
“Dari atas menara, pengunjung bisa melihat kontras antara kota lama dan bangunan modern. Pemandangan malam hari sangat indah karena menara ini diterangi lampu sorot,” kata May.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....