Tembok Kota Xi’an, Jejak Pertahanan Kuno Terbesar Tiongkok
- 06 Agt 2025 15:57 WIB
- Medan
KBRN, Xi’an: Tembok Kota Xi’an (City Wall of Xi’an) merupakan salah satu tembok kota kuno terbesar dan paling terpelihara di Tiongkok. Dibangun pada tahun 1370 M pada masa awal Dinasti Ming oleh Kaisar Hongwu, tembok ini berdiri di atas fondasi kota lama dari era Dinasti Tang dan Yuan. Saat ini, struktur bersejarah tersebut menjadi simbol kota Xi’an dan daya tarik utama bagi wisatawan.
“Tembok Kota Xi’an awalnya dibangun sebagai sistem pertahanan militer dan pengatur tata kota. Sekarang, fungsinya telah bergeser menjadi ruang publik dan ikon budaya,” kata May, pemandu wisata kota Xi’an kepada RRI Rabu (30/7/2025) lalu.
Tembok ini memiliki panjang 13,74 kilometer dengan tinggi 12 meter dan lebar sekitar 15 hingga 18 meter di bagian dasar. Di sepanjang tembok terdapat 4 gerbang utama yang menghadap ke empat penjuru mata angin, yakni Changle Gate (Timur), Anding Gate (Barat), Yongning Gate (Selatan), dan Anyuan Gate (Utara). Masing-masing gerbang dilengkapi kompleks pertahanan seperti Zhalou (menara utama), Jianlou (menara panah), dan Zhenglou (menara dalam).

Gerbang Yongning (Gerbang Selatan) Tembok Kota Xi’an salah satu pintu utama Tembok Kota Xi’an yang megah dan menjadi titik akses populer bagi pengunjung. (Foto: RRI/Mario Pascal)
“Setiap gerbang dilindungi oleh struktur bernama Wengcheng atau Barbican, yaitu halaman pertahanan berbentuk setengah lingkaran yang digunakan untuk menjebak musuh sebelum masuk ke kota,” jelas May.
Selain itu, 98 menara pengawas dibangun pada jarak tertentu di sepanjang tembok untuk memungkinkan sistem tembakan silang. Empat menara sudut juga ditempatkan di setiap pojok tembok sebagai pos komando pertahanan utama.
Tembok ini dikelilingi parit besar yang dulunya berisi air dan kini diubah menjadi taman serta jalur air yang memperindah kawasan. Pada dekade 1980-an, pemerintah kota Xi’an melakukan restorasi besar-besaran untuk memperkuat struktur tembok dan memperbaiki bagian-bagian yang rusak.

Suasana di Atas Tembok Kota Xi’an. Pengunjung menikmati suasana sejarah di atas Tembok Kota Xi’an yang membentang sepanjang hampir 14 kilometer, sambil melihat pemandangan kota tua dan modern. (Foto: RRI/Mario Pascal)
May juga menjelaskan perbedaan struktur tembok pada masa lalu.
“Pada masa Dinasti Tang, tembok bagian dalam melindungi istana dan kantor pemerintahan. Yang tinggal di dalamnya adalah keluarga kekaisaran dan pejabat tinggi. Sedangkan tembok luar mengelilingi seluruh kota Chang’an, termasuk pasar dan permukiman warga biasa,” katanya.
Saat ini, tembok yang berdiri adalah Inner City Wall dari Dinasti Ming, sementara tembok luar dari era Tang sudah tidak lagi terlihat secara fisik dan hanya dikenal melalui catatan sejarah serta temuan arkeologis.
“City Wall yang kita lihat sekarang dulunya berfungsi untuk pertahanan. Sekarang digunakan untuk wisata, rekreasi, dan kegiatan budaya. Pengunjung bisa bersepeda atau berjalan kaki di atas tembok sambil menikmati pemandangan kota tua dan baru,” ujar May.
Di beberapa bagian tembok, pengunjung juga dapat masuk ke menara-menara yang kini difungsikan sebagai museum kecil. Area di sekitar tembok telah dikembangkan menjadi ruang hijau dan lokasi acara seperti festival lentera dan pertunjukan budaya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....