Datang Everbright City, Wisata Budaya Bernuansa Dinasti Tang

  • 05 Agt 2025 23:52 WIB
  •  Medan

KBRN, Xi’an: Datang Everbright City di Kota Xi’an, Tiongkok, menjadi magnet wisata budaya yang menghidupkan kembali kemegahan Dinasti Tang (618–907 M), salah satu masa keemasan dalam sejarah Tiongkok. Terletak tidak jauh dari Big Wild Goose Pagoda, kawasan ini dirancang sebagai ruang publik terbuka yang menyatukan warisan sejarah, seni pertunjukan, kuliner, dan teknologi modern.

Area wisata ini membentang dari utara ke selatan sejauh sekitar 2,5 kilometer dengan lebar hampir 500 meter. Dibuka selama 24 jam tanpa tiket masuk, namun kegiatan utama seperti pertunjukan profesional dan instalasi cahaya lebih ramai dinikmati pada malam hari hingga pukul 21.30, tergantung musim.

May, seorang pemandu wisata lokal menjelaskan kepada RRI bahwa suasana malam di kawasan ini sangat berbeda. “Siang hari masih seperti kawasan kota biasa, tapi malam hari penuh cahaya. Banyak pengunjung memakai kostum tradisional Dinasti Tang, membuat suasana terasa seperti kembali ke masa lampau,” katanya Selasa (29/7/2025).

Dijuluki sebagai “kota yang tak pernah tidur,” Datang Everbright City memukau dengan lampu-lampu LED canggih yang menghiasi jalan, bangunan, dan air mancur interaktif. Dalam pantauan RRI, efek visual seperti lantai interaktif dan proyeksi 3D di fasad bangunan menciptakan pengalaman magis bagi para wisatawan lokal maupun internasional.

Ribuan pengunjung memadati kawasan Datang Everbright City di Xi’an pada malam hari, dihiasi lentera merah dan lampu dekoratif (Foto: RRI/Mario Pascal)

Arsitektur bangunannya dibuat menyerupai istana dari zaman Tang, dengan atap melengkung khas, ornamen emas-merah, dan lentera tradisional yang menggantung di sepanjang jalan. Jalan utama dihiasi patung perunggu tokoh-tokoh legendaris Dinasti Tang seperti Kaisar Taizong, penyair Li Bai, dan biksu Xuanzang yang terkenal karena perjalanannya ke India.

Setiap sudut kawasan ini tak hanya menyuguhkan visual bersejarah, tetapi juga sastra. “Banyak puisi yang tertulis di lantai, di belakang patung, dan di berbagai tempat,” ujar May, menggambarkan bagaimana seni menjadi bagian integral dari ruang publik ini.

Pertunjukan seni dilakukan hampir setiap malam. “Pemerintah membayar para seniman profesional untuk tampil secara rutin,” ucap May. Namun, masyarakat umum juga diberi ruang untuk mengekspresikan diri melalui nyanyian dan tarian di area terbuka, menjadikan kawasan ini sebagai panggung terbuka bagi semua kalangan.

Di sepanjang jalur utama, wisatawan dapat menikmati beragam kuliner dari restoran yang menyajikan makanan halal dan nonhalal, semuanya disajikan dalam bangunan bergaya Dinasti Tang.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....