Xi'an, Peradaban Terbesar Dunia Hingga Kota Wisata Tiongkok
- 30 Jul 2025 23:10 WIB
- Medan
KBRN, Xi’an: Xi’an, ibu kota Provinsi Shaanxi di Tiongkok, dikenal sebagai salah satu kota tertua di dunia dan telah menjadi pusat peradaban manusia sejak lebih dari 4.000 tahun silam. Kota ini merupakan titik awal Jalur Sutra dan termasuk salah satu dari empat pusat peradaban besar dunia, bersama Mesir Kuno, India, dan Yunani Kuno.
Pada masa Dinasti Han dan Tang, Xi’an, yang dahulu dikenal dengan nama Chang’an, menjadi ibu kota kekaisaran Tiongkok dan berkembang sebagai kota metropolis terbesar di dunia.
“Zaman dulu Xi’an memiliki dua pasar utama yang menopang aktivitas ekonomi saat itu, yaitu pasar timur untuk perdagangan domestik dan pasar barat untuk perdagangan internasional,” kata May, pemandu wisata, kepada RRI Selasa (29/7/2025).
Ia juga menyebut Xi’an sebagai kota dengan dua nuansa berbeda.
“Siang hari mirip seperti Beijing, tapi saat malam penuh dengan cahaya,” ujarnya.
Xi’an dijuluki “Kota Istana” karena menyimpan lebih dari 188 istana, yang kini sebagian besar berada di bawah tanah. Bahkan, di Terminal 3 Bandara Internasional Xi’an Xianyang, ditemukan sekitar 3.000 makam dari zaman Dinasti Han dan Tang.
Tak heran jika kota ini dijuluki sebagai pusat sejarah peradaban Tiongkok. Museum-museum di Xi’an menyimpan lebih dari 1,7 juta artefak asli, dan jika ditambahkan dengan replika yang tersebar di seluruh provinsi, jumlahnya mencapai 7,7 juta buah.
Salah satu daya tarik utama Xi’an adalah Museum Pasukan Terakota (Museum of Qin Terracotta Warriors and Horses), situs arkeologi berskala dunia yang menyimpan lebih dari 8.000 patung prajurit, kuda, dan kereta dari masa Kaisar Qin Shi Huang.
Tak kalah populer adalah kawasan Everbright City, destinasi malam hari yang menampilkan pertunjukan cahaya, tarian, dan budaya Dinasti Tang, dengan gaya arsitektur khas berupa atap bertingkat yang mencuat, mencerminkan kemegahan masa lalu.
“Ada dua destinasi wisata utama di Xi’an, yaitu Museum Terakota dan Datang Everbright City. Biasanya wisatawan juga mencoba kostum di sini,” ucap May.
Selain itu, May menjelaskan bahwa Xi’an memiliki banyak restoran halal, terutama di sekitar kawasan Jalan Muslim.
“Kita punya ribuan restoran Muslim, mulai dari yang kecil hingga yang besar. Biasanya ada ruangan khusus yang digunakan untuk acara pernikahan,” katanya.
Sebagai bekas ibu kota kekaisaran, struktur kota Xi’an juga mencerminkan tatanan sosial masa lalu. Bagian dalam kota, yang dikelilingi tembok tinggi, dulunya menjadi area kantor pemerintahan dan tempat tinggal para bangsawan. Sementara itu, bagian luar diperuntukkan bagi masyarakat umum. Hingga kini, tembok kota kuno Xi’an masih berdiri kokoh dan menjadi ikon wisata yang memikat jutaan pengunjung setiap tahun.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....