Alibaba Hadirkan Inovasi Teknologi dan Komitmen Sosial di Beijing

  • 30 Jul 2025 12:09 WIB
  •  Medan

KBRN, Beijing: Alibaba Group, raksasa teknologi Tiongkok yang didirikan oleh Jack Ma pada tahun 1999 di Hangzhou, Zhejiang, terus memperluas pengaruhnya melalui fasilitas riset dan inovasi di Beijing. Meskipun kantor pusat tetap berlokasi di Hangzhou, kehadiran Alibaba di Beijing memainkan peran strategis dalam mendukung kolaborasi dengan lembaga pemerintah, mitra internasional, dan pusat kebijakan, sekaligus memperkenalkan inovasi terkini dalam bidang kecerdasan buatan (AI), pendidikan, kesehatan, dan keberlanjutan.

Pusat inovasi di Beijing menjadi wajah ekosistem teknologi Alibaba yang kini mencakup e-commerce (Taobao, Tmall), komputasi awan (Alibaba Cloud), logistik (Cainiao), AI, hingga inisiatif sosial dan lingkungan.

Salah satu fokus utama Alibaba adalah pengembangan model AI berbasis open-source melalui Tongyi Qianwen (Qwen). Model terbaru, Qwen 3, dirilis pada 2024 dan mendukung tugas multimodal seperti analisis teks, gambar, dan suara.

“Model ini bersaing langsung dengan milik OpenAI dan Microsoft, dan mendominasi leaderboard open source terbesar,” kata Felix, perwakilan dari Alibaba kepada RRI

Di bidang pendidikan, Alibaba mengembangkan solusi berbasis AI. Salah satunya adalah fitur pemindaian dokumen dan penerjemahan real-time yang membantu siswa memahami materi. Di bidang pendidikan, Alibaba mengembangkan tablet cerdas yang dibekali kamera AI untuk membaca buku cetak, menganalisis soal matematika, hingga menerjemahkan teks secara real-time

“Dengan AI ini, anak-anak bisa membangun kemampuan berpikir mandiri dan belajar mandiri, bahkan tanpa bantuan langsung dari orang dewasa,” katanya.

Platform pembelajaran interaktif ini juga memungkinkan siswa mengakses materi ulang dari sesi daring berdasarkan poin-poin pengetahuan yang belum mereka pahami. Tablet edukasi berbasis AI sedang dalam pengembangan, namun belum dirilis secara komersial.

Dalam sektor kesehatan, Alibaba Cloud dan Alibaba Health mengembangkan AI untuk membantu deteksi dini penyakit. Fokus utama meliputi kanker esofagus, lambung, dan pankreas, dengan uji coba berlangsung di rumah sakit-rumah sakit di Tiongkok.

Teknologi ini menggunakan analisis citra medis dan data klinis untuk meningkatkan akurasi diagnosis pada tahap awal, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim deteksi lima tahun sebelum gejala muncul.

““Teknologi ini bisa mengidentifikasi kelainan hingga lima tahun sebelum gejala muncul, sangat penting untuk pencegahan dini,” ucapnya.

Salah satu inisiatif sosial paling berdampak adalah platform pelacakan anak hilang berbasis blockchain dan AI, yang dikembangkan bekerja sama dengan Kementerian Keamanan Publik Tiongkok. Sejak diluncurkan pada 2016, sistem ini telah membantu menemukan lebih dari 5.000 anak. Ketika laporan hilang diajukan, sistem mengirimkan notifikasi ke aplikasi pengguna di radius tertentu, memperluas jangkauan pencarian secara cepat.

“Kami mengirimkan peringatan dalam radius 100 km di jam pertama setelah laporan masuk. Bahkan pernah pelaku penculikan ikut menerima peringatannya,” ujar Felix.

Alibaba juga aktif dalam pemberdayaan ekonomi inklusif melalui program Rural Taobao dan penugasan staf senior ke daerah pedesaan. Mereka membantu pelaku UMKM dalam pengembangan merek, desain kemasan, dan digitalisasi pemasaran. Solusi seperti template ekspor dan panduan pasar internasional disediakan gratis untuk memudahkan produk lokal menembus pasar global.

Alibaba berkomitmen mencapai netral karbon untuk operasi internal (Scope 1 & 2) pada 2030, dan mengurangi emisi Scope 3 sebesar 1,5 miliar ton hingga 2035. Perusahaan telah menerbitkan laporan jejak karbon sejak 2021, dan menerapkan konsep inovatif "Scope 3+" yang mendorong produsen di platform Taobao untuk mengadopsi praktik rendah karbon.

Melalui program "88 Carbon Account" konsumen yang membeli produk ramah lingkungan di Taobao dapat mengumpulkan poin karbon. Poin ini mencerminkan jejak emisi mereka dan dapat digunakan untuk mengukur kontribusi terhadap keberlanjutan. Program ini terintegrasi dengan inisiatif filantropi digital, termasuk donasi otomatis dari transaksi tertentu yang dapat dilacak konsumen melalui kode QR.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....