Museum Nasional Tiongkok, Jejak Peradaban Dinasti Hingga Inovasi

  • 30 Jul 2025 08:54 WIB
  •  Medan

KBRN, Beijing: Museum Nasional Tiongkok (National Museum of China) di Beijing menjadi salah satu destinasi paling menarik bagi wisatawan yang ingin mengenal sejarah dan kebudayaan negeri tirai bambu. Dengan koleksi lebih dari 1,43 juta artefak, museum ini menyuguhkan perjalanan panjang peradaban Tiongkok, dari zaman prasejarah hingga era modern. Setiap harinya, lebih dari 30 ribu pengunjung dari berbagai penjuru dunia memadati museum yang terletak di sisi timur Lapangan Tiananmen ini.

Daya tarik utama museum ini terletak pada kelengkapan koleksinya yang mendokumentasikan perkembangan sejarah, seni, dan teknologi Tiongkok. Turis tidak hanya disuguhi pameran artefak kekaisaran, tetapi juga penemuan besar seperti kertas, percetakan, mesiu, dan kompas yang mengubah peradaban dunia. Zhao Mengyang, pemandu di museum ini, menyebut bahwa beberapa koleksi langka menjadi magnet utama bagi pengunjung, seperti Hou Mu Wu Bronze Ding, wadah makanan dari perunggu berusia lebih dari 3.000 tahun, serta Zi Long Bronze Ding dari tembaga yang sempat hilang pada 2005 dan berhasil dibawa pulang dari Jepang pada 2006.

“Artefak ini menunjukkan bahwa rakyat Tiongkok sudah mengenal tulisan pada cangkang atau tulang hewan sekitar 3.000 tahun lalu, dengan karakter tradisional kuno yang berjumlah sekitar 3.000,” ujar Zhao kepada RRI, Minggu (27/7/2025).

Berlokasi di sisi timur Lapangan Tiananmen, museum ini menjadi bagian penting dari lanskap ikonik Beijing. Lokasinya yang berdekatan dengan Forbidden City membuatnya menjadi destinasi utama bagi wisatawan yang mengunjungi pusat sejarah ibu kota. Gedungnya yang megah berdiri di atas lahan seluas 200.000 meter persegi, menjadikannya salah satu museum terbesar di dunia.

Koleksi Museum Nasional Tiongkok terbentang luas mencakup berbagai era dan dinasti penting dalam sejarah negeri itu, mulai dari Dinasti Shang, Zhou, Qin, Han, Tang, Song, Ming, hingga Qing. Di antara koleksi yang paling menarik perhatian adalah artefak ritual kekaisaran seperti topeng perunggu berusia 3.000 tahun dari Provinsi Sichuan yang digunakan dalam upacara keagamaan. Museum ini juga menampilkan inovasi luar biasa dari zaman kuno, seperti kulkas pertama yang dibuat sekitar 2.000 tahun lalu untuk menyimpan wine dan es, sebuah bukti kemampuan teknologi masyarakat Tiongkok kala itu.

Koleksi lainnya mencakup patung tanah liat berukuran manusia dari masa Dinasti Qin dan Han, serta replika perjalanan Zhang Qian dalam membuka Jalur Sutra yang legendaris, lengkap dengan lukisan cara membuat makanan dan alat musik dari pengaruh budaya Asia Tengah. Dari Dinasti Tang dan Ming, pengunjung dapat melihat replika tempat makan kuno, peralatan olahraga polo, mahkota emas istri kaisar, hingga porselen biru putih yang mendunia. Sementara itu, warisan Dinasti Qing hadir dalam bentuk artefak istana, termasuk mahkota emas berhias sembilan naga dan burung emas, yang melambangkan kemakmuran dan keberlangsungan dinasti tersebut.

Tak hanya menampilkan koleksi asli, museum ini juga menyuguhkan replika bangunan penting seperti pagoda kayu tertua di Tiongkok dan model kuil bersejarah, yang memberikan gambaran visual lengkap tentang kejayaan peradaban Tiongkok dari masa ke masa.

Museum Nasional Tiongkok menjadi salah satu museum terpopuler di dunia dengan kunjungan harian mencapai lebih dari 30 ribu orang. Antrean panjang terlihat sejak pagi hari, terlebih saat musim liburan. Pemerintah Tiongkok tidak mengenakan biaya tiket masuk, tetapi pengunjung harus melakukan reservasi terlebih dahulu.

Melalui museum ini, Tiongkok ingin menunjukkan kekuatan budaya dan inovasi teknologinya. Dari penemuan kertas hingga keramik kelas dunia, setiap artefak menjadi saksi bisu perjalanan panjang bangsa Tiongkok. Zhao Mengyang menegaskan bahwa upaya pemerintah mengumpulkan kembali artefak yang sempat hilang, seperti Zi Long Bronze Ding, adalah bentuk dedikasi untuk menjaga warisan sejarah.

“Pemerintah kami serius mengembalikan artefak-artefak yang sempat hilang agar generasi muda dapat mempelajari warisan leluhur,” katanya.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Beijing, Museum Nasional Tiongkok adalah destinasi wajib. Tempat ini tidak hanya menjadi rumah bagi sejarah, tetapi juga jendela untuk memahami identitas dan kebangkitan Tiongkok di panggung dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....