Kuil Surga, Peninggalan Sakral Kekaisaran Tiongkok di Beijing
- 27 Jul 2025 23:09 WIB
- Medan
KBRN, Medan: Kuil Surga atau Temple of Heaven di Beijing merupakan kompleks bangunan keagamaan peninggalan sakral kekaisaran yang menjadi situs utama upacara persembahan kepada Langit pada masa Dinasti Ming dan Qing. Dibangun pada awal abad ke-15, kuil ini mencerminkan kepercayaan Tiongkok kuno tentang peran Kaisar sebagai perantara antara manusia dan surga.
Dibangun pertama kali antara tahun 1406 hingga 1420 pada masa pemerintahan Kaisar Yongle, yang juga membangun Kota Terlarang, situs ini pada awalnya dikenal sebagai Altar Langit dan Bumi
Menurut kepercayaan Tiongkok kuno, Kaisar dianggap sebagai Putra Langit, sosok yang menjadi perantara antara alam manusia dan surga. Dalam perannya yang sakral, Kaisar diberi mandat surgawi untuk memimpin dunia fana, menjadikan Kuil Surga sebagai lokasi utama dalam pelaksanaan upacara keagamaan negara.
“Kuil Surga menjadi tempat krusial di mana para Kaisar dari Dinasti Ming dan Qing secara tahunan melakukan upacara persembahan dan doa kepada Langit, memohon panen yang melimpah dan kesejahteraan bagi seluruh kerajaan,” ujar William, pemandu tur lokal kepada RRI di lokasi, Sabtu (27/7/2025).
Salah satu struktur paling menonjol dari kompleks ini adalah Hall of Prayer for Good Harvests, bangunan berbentuk melingkar dengan tiga atap berjenjang yang sepenuhnya terbuat dari kayu tanpa menggunakan paku satu pun. Bangunan ini memiliki diameter 36 meter dan tinggi 38 meter, berdiri megah di atas tiga tingkat dasar batu marmer. Di sinilah Kaisar melakukan doa-doa penting, terutama untuk memohon panen yang baik dan cuaca yang menguntungkan.
“Kaisar berdoa untuk panen yang baik dan cuaca yang membawa kesuburan bagi keluarga dan kerajaan,” ucap William.
Lebih lanjut, William menjelaskan bahwa bentuk arsitektur kuil ini pun sarat makna filosofis. Ia mengatakan bahwa Kuil Surga memiliki bentuk bulat di bagian atas dan kotak di bagian bawah.
“Zaman dahulu masyarakat kuno Tiongkok percaya bahwa surga berbentuk bulat dan bumi berbentuk kotak,” ucapnya. Keyakinan ini kemudian diwujudkan dalam struktur bangunan kuil, mencerminkan harmoni antara langit dan bumi.
Sementara itu, Circular Mound Altar merupakan tempat puncak dalam ritual persembahan kekaisaran. Setiap tahun, pada hari Titik Balik Musim Dingin, Kaisar akan melakukan persembahan dan doa syukur kepada Langit, memohon keberuntungan dan kesejahteraan bagi tahun yang akan datang. Upacara ini menjadi penanda penting dalam kalender kekaisaran dan mencerminkan keyakinan terhadap keharmonisan antara manusia dan kosmos.
Dalam pantauan RRI, kompleks Kuil Surga masih ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai penjuru dunia.
“Pengunjung yang ke sini berasal dari berbagai daerah, termasuk dari luar negeri Tiongkok,” tambah William.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....