Konjen Tiongkok Sebut Pulau Sumatera sebagai Kawasan Strategis

  • 11 Jul 2025 14:58 WIB
  •  Medan

KBRN, Medan: Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Medan, Zhang Min, menyampaikan bahwa Pulau Sumatera menjadi salah satu kawasan strategis dalam kerja sama ekonomi Indonesia-Tiongkok, khususnya di bawah payung Inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative/BRI).

Zhang Min menjelaskan, Sumatera bukan sekadar wilayah kerja Konsulat Jenderal Tiongkok, tetapi juga menjadi salah satu dari enam koridor ekonomi utama Indonesia yang memiliki posisi strategis di Selat Malaka.

“Pulau Sumatera merupakan salah satu dari enam koridor ekonomi utama yang menjadi fokus pengembangan Indonesia. Terletak di Selat Malaka yang strategis dan merupakan titik tumpu penting bagi pembangunan bersama ‘Sabuk dan Jalan’ yang berkualitas tinggi antara Tiongkok dan Indonesia,” ujarnya, dalam pidato perpisahannya di Grand City Hall Medan, Kamis (10/7/2025).

Sejumlah proyek utama yang didorong di Sumatera antara lain adalah pengembangan kawasan industri yang tergabung dalam konsep “Dua Negara, Taman Kembar”.

“Kami melakukan survei lokasi kawasan industri utama Indonesia yang tergabung dalam “Dua Negara, Taman Kembar”, yaitu Bintan Industrial Estate (BIE) dan Nanshan Bintan Industrial Park serta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang yang berada di Provinsi Kepri, untuk mendorong masuknya perusahaan ke kawasan tersebut,” katanya.

Selain kawasan industri, kerja sama juga meluas ke bidang konservasi dan riset. Konsulat Jenderal Tiongkok turut mendorong pengembangan Pusat Konservasi, Penelitian, dan Inovasi Tanaman Herbal Tiongkok-Indonesia, serta mengajak perusahaan seperti Huawei dan BGI untuk terlibat dalam proyek pelatihan dan penelitian di Sumatera. Bahkan, media besar Tiongkok, China Media Group, telah meliput perkembangan proyek tersebut secara komprehensif.

Zhang Min menyatakan pentingnya Sumatera sebagai kawasan yang tidak boleh absen dalam pembangunan proyek-proyek unggulan BRI. “Dalam membangun proyek andalan baru Inisiatif ‘Sabuk dan Jalan’ setelah kereta api cepat Jakarta-Bandung, Pulau Sumatera tidak akan absen dan memiliki potensi besar,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan penyelenggaraan bursa kerja kampus pertama yang mempertemukan perusahaan modal asing (PMA) Tiongkok dengan para lulusan universitas di Sumatera, sebagai upaya konkret mengatasi tantangan ketenagakerjaan.

“Kami juga mendorong penyelenggaraan bursa kerja kampus pertama bagi PMA Tiongkok, yang membantu memecahkan masalah kesulitan perusahaan dalam merekrut pekerja dan kesulitan lulusan dalam mencari pekerjaan, hal ini disambut baik oleh perusahaan dan universitas,” ucap Zhang.

Dengan letaknya yang strategis, sumber daya alam yang melimpah, serta kerja sama yang terus diperkuat, Zhang Min optimistis Sumatera akan menjadi salah satu titik sentral kerja sama Indonesia-Tiongkok ke depan. Ia berharap investasi dan pertukaran yang sudah berjalan dapat terus diperluas dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan ekonomi kedua negara, khususnya di kawasan barat Indonesia.

“Hubungan Tiongkok-Indonesia akan terus melaju seperti kereta api berkecepatan tinggi yang melesat kencang pada jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung, melaju dengan stabil menuju kesuksesan jangka panjang, serta membawa lebih banyak manfaat bagi kedua negara beserta rakyatnya,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....