Tiongkok dan Asia Tengah Teken Traktat Persahabatan Abadi
- 19 Jun 2025 15:29 WIB
- Medan
KBRN, Astana: Presiden Tiongkok Xi Jinping dan para pemimpin Asia Tengah menandatangani Traktat Persahabatan Abadi, menandai era baru kerja sama kawasan yang semakin erat, tidak hanya di bidang ekonomi dan keamanan, tetapi juga dalam pertukaran budaya dan pendidikan. Penandatanganan dilakukan dalam rangka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kedua Tiongkok-Asia Tengah di Astana, Kazakhstan, Selasa (17/6/2025) lalu.
Xi Jinping menyebut traktat ini sebagai landmark baru dalam sejarah hubungan keenam negara, sekaligus menjadi inisiatif diplomatik pertama yang dituangkan dalam bentuk hukum untuk menjamin persahabatan jangka panjang antara Tiongkok dan lima negara Asia Tengah.
“Hari ini kita menegaskan prinsip bertetangga baik, bersahabat, dan saling mendukung dalam bentuk perjanjian hukum. Ini adalah pondasi untuk masa depan,” kata Xi, dikutip dari press release Kementerian Luar Negeri Tiongkok yang diterima RRI.
Dalam pertemuan tersebut, Xi juga menekankan bahwa Tiongkok siap memperluas investasi industri, infrastruktur hijau, dan konektivitas digital di Asia Tengah. Kerja sama ini mencakup proyek Belt and Road Initiative (BRI) seperti pembangunan jalur kereta api Tiongkok-Kyrgyzstan-Uzbekistan, peningkatan jalan raya Tiongkok-Tajikistan, dan kerja sama energi dengan Turkmenistan.
Tiongkok juga membuka peluang kolaborasi baru di bidang kecerdasan buatan (AI), e-commerce lintas batas, pertanian modern, hingga pengembangan energi bersih seperti kendaraan listrik dan panel surya. “Kita perlu memupuk kekuatan produktif berkualitas baru,” ujar Xi.
Sektor budaya turut mendapat porsi penting. Dalam dua tahun terakhir, Tiongkok dan Asia Tengah telah membentuk 100 pasangan kota kembar (sister cities), memfasilitasi pertukaran budaya, pendidikan, dan pariwisata.
Presiden Xi Jinping menyoroti bahwa serial televisi Tiongkok seperti Min-Ning Town dan To the Wonder menjadi populer di kawasan Asia Tengah. Festival seni dan tahun budaya negara Asia Tengah juga mendapat sambutan hangat di Tiongkok.
Di bidang pendidikan, Tiongkok akan membuka lebih banyak pusat budaya, cabang universitas, dan Lokakarya Luban di kawasan, serta memperkenalkan program studi bahasa Asia Tengah di universitas-universitas Tiongkok.
Tiongkok juga menegaskan komitmennya dalam mendukung stabilitas regional. Xi menawarkan kerja sama di bidang keamanan siber, keamanan hayati, penegakan hukum, serta pelatihan bersama untuk menangkal ekstremisme, separatisme, dan terorisme.
Tiongkok juga akan membantu Asia Tengah memodernisasi sistem pertahanan dan keamanan, termasuk membangun proyek-proyek Safe City dan memberikan dukungan teknologi. “Kita harus bersama-sama menjaga keamanan kawasan dan melawan ideologi ekstrem secara tegas,” kata Xi.
Untuk mendukung agenda jangka panjang, Xi Jinping mengumumkan pendirian tiga pusat kerja sama, yaitu Pusat Pengentasan Kemiskinan, Pusat Pertukaran Pendidikan, dan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penggurunan. Ketiga pusat ini akan berfungsi di bawah kerangka Tiongkok-Asia Tengah dan menjadi alat penting untuk penguatan kerja sama berkelanjutan dalam bidang sosial dan lingkungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....