China Buka Pasar Bagi Produk ASEAN-GCC

  • 09 Jun 2025 18:07 WIB
  •  Medan

KBRN, Kuala Lumpur: Pemerintah China menyatakan kesiapannya untuk memperluas akses pasar domestik bagi produk-produk dari negara-negara ASEAN dan Gulf Cooperation Council (GCC), sebagai bagian dari komitmennya terhadap keterbukaan ekonomi dan kerja sama trilateral yang lebih dalam.

Dalam pidatonya pada ASEAN-China-GCC Economic Forum di Kuala Lumpur, Selasa (27/5/2025), Perdana Menteri Li Qiang menyampaikan bahwa strategi pertumbuhan China kini menempatkan perluasan permintaan domestik dan sirkulasi ekonomi dalam negeri sebagai prioritas utama. Strategi ini, menurutnya, akan membuka peluang besar bagi negara mitra untuk masuk dan berkembang di pasar Tiongkok.

“Ekonomi China adalah ekonomi super-besar yang memiliki kedalaman dan keluasan. Ini akan menyediakan pasar yang sangat besar bagi produk berkualitas dari seluruh dunia,” kata Li, dikutip dari siaran pers Kementerian Luar Negeri Tiongkok.

Ia menambahkan bahwa China secara aktif meluncurkan kebijakan untuk mendorong konsumsi dalam negeri, termasuk dengan memberikan lebih banyak sumber daya kebijakan untuk memperkuat daya beli masyarakat.

Lebih lanjut, China juga berkomitmen untuk melakukan unilateral opening-up, yakni pembukaan pasar secara sukarela tanpa menunggu negosiasi timbal balik. Hal ini diharapkan dapat memberikan keuntungan konkret bagi negara-negara ASEAN dan GCC dalam bentuk peningkatan ekspor, investasi, dan integrasi industri.

Langkah ini sejalan dengan transformasi ekonomi China menuju sektor-sektor yang lebih hijau, pintar, dan berbasis teknologi tinggi. “Kami sedang mempercepat reformasi menyeluruh, mendorong transformasi industri, dan menciptakan permintaan baru melalui sektor inovatif,” ucapnya.

Dalam konteks kerja sama trilateral, China juga menegaskan dukungannya terhadap liberalisasi dan fasilitasi perdagangan serta pentingnya menjaga rantai pasok yang stabil dan lancar.

“Kami ingin semua pihak dapat berbagi manfaat dari pembangunan China,” kata Li.

Pernyataan tersebut mendapat sambutan positif dalam forum yang mengangkat tema “Synergizing Economic Opportunities Toward Shared Prosperity.” Para pemimpin dan pelaku bisnis dari ketiga kawasan menyepakati pentingnya memperkuat integrasi ekonomi dan mendorong pertumbuhan yang inklusif melalui kerja sama yang saling menguntungkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....