China Serukan Soliditas Hadapi Proteksionisme dan Decoupling
- 09 Jun 2025 17:57 WIB
- Medan
KBRN,Kuala Lumpur: Perdana Menteri China Li Qiang menyerukan penguatan solidaritas regional untuk menghadapi meningkatnya proteksionisme, unilateralisme, dan praktik decoupling yang dinilainya semakin menghambat pertumbuhan ekonomi global.
“Nilai-nilai yang selama ini kita junjung seperti perdamaian, pembangunan, dan kerja sama saling menguntungkan kini menghadapi tantangan serius,” ujar Li di hadapan para kepala negara dan pelaku bisnis kawasan Asia Tenggara dan Timur Tengah, pada pembukaan ASEAN-China-GCC Economic Forum, Selasa (27/5/2025), di Kuala Lumpur, Malaysia.
Dilansir dari siaran pers Kementerian Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok, Perdana Menteri Li Qiang menyebut dunia tengah mengalami transformasi geopolitik dan ekonomi yang kompleks dan mendesak perlunya strategi bersama lintas kawasan.
Ia menekankan bahwa hanya melalui solidaritas dan saling percaya, negara-negara di ASEAN, China, dan GCC dapat menciptakan peluang jangka panjang yang berkelanjutan. Ia memperingatkan bahwa ketiadaan kepercayaan justru akan memperbesar risiko dan mempersulit kerja sama.
Mengutip pengalaman pertumbuhan pesat Asia dalam beberapa dekade terakhir, Li menegaskan bahwa stabilitas, keterbukaan, dan integrasi pasar menjadi kunci utama pembangunan. Ia mendorong ketiga kawasan untuk terus membuka diri, menghilangkan hambatan dagang, serta menjaga keterhubungan rantai pasok sebagai respons terhadap kecenderungan pemisahan ekonomi global.
“Jika pasar kita terhubung, kita bisa membentuk salah satu pasar intra-regional terbesar di dunia dengan efek pengganda yang luar biasa,” katanya. Dalam konteks ini, Li melihat peluang besar bagi ketiga kawasan untuk memperkuat kinerja industri, efisiensi logistik, serta pertumbuhan investasi dan teknologi.
Pidato ini sekaligus menjadi cerminan posisi China yang konsisten mendukung sistem perdagangan multilateral berbasis WTO, serta menolak fragmentasi pasar global yang dinilai merugikan negara berkembang.
Forum ekonomi ini merupakan bagian dari rangkaian KTT ASEAN-China-GCC yang mengusung tema “Synergizing Economic Opportunities Toward Shared Prosperity.” Para pemimpin sepakat memperkuat keselarasan strategi pembangunan dan mempercepat liberalisasi perdagangan lintas kawasan sebagai bentuk respon kolektif terhadap tantangan global yang kian dinamis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....