Tiga Pilar Kerja Sama ASEAN-China-GCC Dideklarasikan
- 09 Jun 2025 16:45 WIB
- Medan
KBRN,Kuala Lumpur: Tiga pilar utama kerja sama trilateral antara ASEAN, China, dan Gulf Cooperation Council (GCC) secara resmi dideklarasikan dalam pidato pembukaan Perdana Menteri China, Li Qiang, pada ASEAN-China-GCC Economic Forum di Kuala Lumpur, Selasa (27/5/2025).
Berbicara di hadapan para pemimpin negara, pelaku bisnis, dan tokoh ekonomi, Li menegaskan bahwa trilateral ini memasuki “babak baru” dalam kemitraan strategis yang bertumpu pada tiga hal: solidaritas menghadapi tantangan global, penguatan potensi ekonomi bersama, dan komitmen China untuk menyuntikkan pertumbuhan melalui pembangunan domestik berkualitas tinggi.
“Peluang dapat diciptakan bila kita bersatu menghadapi tantangan,” ujar Li, dikutip dari siaran pers Kementerian Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok.
Ia menyampaikan meningkatnya proteksionisme, rivalitas geopolitik, dan disrupsi rantai pasok sebagai hambatan nyata yang hanya bisa diatasi melalui kepercayaan dan kerja sama antar kawasan.
Li juga menekankan bahwa hubungan historis antara ketiga kawasan telah berlangsung lebih dari dua milenium, sejak masa perdagangan kafilah China ke Timur Tengah dan pelayaran pertama ke Asia Tenggara. “Sejarah ini akan memastikan kesuksesan masa depan kita,” katanya.
Dalam kerangka masa depan bersama, Li menyampaikan potensi ekonomi ASEAN-China-GCC yang mewakili seperempat populasi dan ekonomi global, namun baru menyumbang 5 persen dari total perdagangan dunia. Menurutnya, hal ini menunjukkan masih besarnya ruang kerja sama ekonomi yang bisa dieksplorasi.
China, tambah Li, berkomitmen memperluas pembukaan pasar domestiknya dan mempercepat transformasi industri berbasis teknologi tinggi, hijau, dan cerdas. “Kami siap mendorong integrasi regional dan memperkuat ekosistem inovasi lintas kawasan,” katanya.
Forum ini menjadi bagian dari rangkaian puncak KTT ASEAN-China-GCC, yang mengangkat tema “Synergizing Economic Opportunities Toward Shared Prosperity.” Para pemimpin kawasan disebut telah mencapai kesepakatan untuk memperkuat penyelarasan strategi pembangunan dan memperluas liberalisasi perdagangan dan investasi di masa mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....