Korea Selatan Alami Lonjakan Kelahiran dan Pernikahan Tahunan

  • 09 Jun 2025 16:12 WIB
  •  Medan

KBRN, Seoul: Setelah bertahun-tahun mengalami penurunan angka kelahiran dan pernikahan, ibu kota Korea Selatan kini mencatat lonjakan signifikan dalam dua indikator demografis penting tersebut. Data terbaru dari Statistics Korea menunjukkan bahwa Seoul telah mengalami pertumbuhan angka kelahiran dan pernikahan selama 12 bulan berturut-turut.

Pada Maret 2025, tercatat sebanyak 3.786 bayi lahir di Seoul, meningkat 8,7 persen dibandingkan bulan yang sama tahun lalu. Angka ini merupakan yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Tren peningkatan ini dimulai sejak April 2024, ketika lonjakan tahunan sebesar 9,7 persen pertama kali menandai potensi pembalikan dari tren kelahiran rendah yang telah berlangsung lama di Korea.

Tak hanya kelahiran, laporan dari Korean Times mengungkapkan bahwa angka pernikahan di Seoul juga menunjukkan peningkatan signifikan. Sebanyak 3.814 pasangan menikah pada Maret 2025, naik 20 persen dibandingkan Maret tahun sebelumnya. Ini menjadi bulan ke-12 berturut-turut dengan pertumbuhan tahunan positif, sejak ledakan pernikahan pertama pada April 2023 sebesar 27,8 persen.

Meski demikian, tingkat fertilitas total di Seoul pada 2023 masih tergolong terendah di dunia, yakni hanya 0,55. Namun, berkat peningkatan angka pernikahan, tingkat fertilitas di kuartal pertama 2025 naik menjadi 0,65, meningkat 8,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pejabat kota Seoul mengaitkan kebangkitan ini dengan berbagai faktor, termasuk lonjakan pernikahan pasca-pandemi serta penerapan sejumlah kebijakan baru untuk mengatasi rendahnya angka kelahiran.

Sejak 2023, pemerintah kota memberikan subsidi pengobatan kesuburan kepada seluruh pasangan yang mengalami infertilitas, tanpa memandang tingkat pendapatan. Subsidi ini berkisar antara 300.000 won hingga 1,1 juta won per prosedur, setara dengan sekitar Rp3,54 juta hingga Rp12,98 juta (berdasarkan kurs terkini Rp11.800 per USD).

Selain itu, perempuan hamil di Seoul juga menerima tunjangan transportasi sebesar 700.000 won atau sekitar Rp8,26 juta, yang dapat digunakan untuk naik taksi, bus, atau subway.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....