Tiongkok Bentuk IOMed, Organisasi Global untuk Mediasi Internasional

  • 08 Jun 2025 20:23 WIB
  •  Medan

KBRN, Hong Kong: Tiongkok membentuk International Organization for Mediation (IOMed), organisasi hukum internasional antar-pemerintah pertama di dunia yang didedikasikan khusus untuk penyelesaian sengketa internasional melalui mediasi. Penandatanganan Convention on the Establishment of the IOMed berlangsung pada Jumat (30/5/2025) di Hong Kong, dengan partisipasi 32 negara penandatangan sebagai anggota pendiri dan kehadiran lebih dari 400 perwakilan tingkat tinggi dari 85 negara serta hampir 20 organisasi internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Dalam sambutannya, Menteri Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok, Wang Yi, menyebut pendirian IOMed sebagai tonggak penting dalam mempromosikan mediasi sebagai pendekatan damai dalam penyelesaian konflik global. “Ini adalah langkah inovatif dalam sejarah hukum internasional dan wujud dari prinsip-prinsip Piagam PBB,” ujar Wang Yi, dikutip dari siaran pers Kementerian Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok yang diterima RRI.

Ia menekankan pentingnya menggantikan logika “menang-kalah” dengan solusi yang saling menguntungkan, sekaligus mencerminkan nilai-nilai peradaban dalam harmoni dan dialog.

IOMed dirancang untuk memiliki peran strategis yang setara dengan Permanent Court of Arbitration dan International Court of Justice milik PBB. Organisasi ini akan menyediakan layanan mediasi dalam berbagai jenis sengketa internasional, baik antara negara, antara negara dan warga negara asing, maupun dalam kasus komersial lintas negara. Selain itu, IOMed akan menyelenggarakan forum mediasi, mempromosikan penggunaan mediasi, dan membangun kapasitas negara-negara berkembang di bidang penyelesaian sengketa.

Hong Kong dipilih sebagai markas besar IOMed karena posisinya yang unik sebagai jembatan antara Tiongkok dan dunia, serta sistem hukumnya yang kuat yang mengakomodasi baik tradisi hukum common law maupun civil law. Lokasi markas akan menempati bekas Gedung Kepolisian Wan Chai yang saat ini tengah direnovasi dan diharapkan siap digunakan sebelum akhir 2025. Fase operasional penuh IOMed dijadwalkan dimulai pada akhir 2025 atau awal 2026.

Pembentukan IOMed telah melalui proses panjang sejak pertama kali diinisiasi oleh Tiongkok dan hampir 20 negara mitra pada tahun 2022. Kantor persiapan didirikan di Hong Kong pada Februari 2023, diikuti dengan perundingan substansial tentang konvensi antara 14–17 Oktober 2024 yang menghasilkan kesepakatan final.

Di tengah fragmentasi geopolitik dan tantangan terhadap multilateralisme, IOMed hadir sebagai harapan baru bagi penyelesaian damai yang cepat, efisien, dan menjaga hubungan antarnegara. Wang Yi menyampaikan harapannya agar organisasi ini tidak hanya menjadi simbol hukum internasional baru, tetapi juga menjadi solusi nyata atas berbagai krisis yang dihadapi komunitas global. “IOMed adalah benih yang kita tanam bersama hari ini. Agar tumbuh subur, ia membutuhkan dukungan dari seluruh masyarakat internasional,” pungkasnya.

Mediasi internasional sendiri telah lama dikenal sebagai metode non-yudisial yang mengedepankan kompromi dan hasil yang disepakati bersama secara sukarela. Dibandingkan dengan litigasi dan arbitrase, mediasi lebih cepat, murah, dan menjaga hubungan antar pihak yang bersengketa. IOMed akan melengkapi peran lembaga mediasi lainnya seperti International Mediation Institute di Den Haag dan Singapore International Mediation Centre, dengan cakupan kerja yang lebih luas dan mandat antar-pemerintah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....