Konjen Tiongkok Berangkatkan Rombongan Tokoh Islam ke Tiongkok
- 29 Mei 2025 14:16 WIB
- Medan
KBRN, Medan: Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Medan, Zhang Min, melepas keberangkatan rombongan akademisi dan tokoh Islam asal Sumatera Utara dalam sebuah resepsi yang digelar pada Rabu malam (28/5/2025) di rumah dinas Konjen. Keberangkatan ini merupakan bagian dari program pertukaran antar masyarakat Indonesia dan Tiongkok yang difasilitasi oleh Konsulat Jenderal RRT di Medan. Rombongan dijadwalkan bertolak menuju Tiongkok pada Kamis (29/5/2025).
Dalam sambutannya, Konjen Zhang Min menekankan pentingnya kerja sama antarbangsa di era global untuk mendorong pembangunan dan toleransi lintas budaya. Ia menyampaikan bahwa hubungan erat antara Indonesia dan Tiongkok telah diperkuat melalui berbagai inisiatif, termasuk kunjungan Perdana Menteri Li Qiang ke Indonesia yang semakin memperdalam kerja sama strategis kedua negara.
“Kami berharap Anda semua mendapatkan banyak hasil dari kunjungan ini dan kembali membawa cerita, pemikiran, serta kesan mendalam dari Tiongkok untuk dibagikan kepada sesama,” ujar Zhang Min di hadapan para peserta.
Rombongan yang diberangkatkan dijadwalkan mengunjungi beberapa wilayah penting di Tiongkok, termasuk Beijing dan Daerah Otonom Xinjiang. Dalam pidatonya, Zhang Min turut menjelaskan berbagai pencapaian sosial dan ekonomi yang telah diraih oleh Tiongkok, khususnya di Xinjiang, salah satu destinasi kunjungan rombongan tersebut.
Zhang secara khusus memberikan penjelasan mendalam mengenai Xinjiang. Ia mengungkapkan bahwa wilayah tersebut merupakan rumah bagi lebih dari 10 kelompok etnis Muslim, termasuk Hui dan Uighur, yang telah hidup berdampingan secara damai sejak Islam menyebar dan berkembang di Tiongkok lebih dari 1.300 tahun yang lalu.
Menurutnya, pemerintah Tiongkok telah secara aktif melindungi kebebasan beragama dengan membangun masjid, madrasah, serta memfasilitasi kegiatan keagamaan, termasuk penyelenggaraan ibadah haji tahunan ke Mekkah.
“Xinjiang telah mengalami kemajuan luar biasa dalam pembangunan ekonomi dan sosial. Pada 2024, Produk Domestik Bruto (PDB) Xinjiang mencapai lebih dari RMB 2 triliun, dengan pendapatan per kapita meningkat menjadi RMB 78.000 atau sekitar Rp180 juta,” ungkap Zhang.
Ia menambahkan bahwa Xinjiang kini menjadi salah satu daerah terkaya di kawasan barat Tiongkok, sekaligus mencatat rekor sebagai daerah tujuan wisata dengan lebih dari 300 juta pengunjung sepanjang tahun 2024, termasuk wisatawan asing.
“Xinjiang adalah contoh hidup bagaimana modernisasi Tiongkok menjamin stabilitas, kemajuan, dan keharmonisan antar etnis. Kami berharap para tamu dari Indonesia dapat menyaksikan langsung perkembangan ini dan membagikan perspektif objektif kepada publik Indonesia,” ucapnya.
Zhang Min berharap kunjungan ini menjadi pengalaman yang berkesan serta membuka wawasan baru bagi para peserta. Ia mendorong mereka untuk mendokumentasikan momen penting selama berada di Tiongkok dan membagikannya kepada masyarakat Indonesia.

Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Medan, Zhang Min, berfoto bersama para tamu dan peserta rombongan tokoh Islam yang akan bertolak ke Tiongkok.(Foto: Konsulat Jenderal RRT di Medan)
Rombongan terdiri atas akademisi, rektor, pemuka agama, serta perwakilan organisasi Islam dari Sumatera Utara. Salah satu peserta, Prof. Dr. Nurhayati, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara, menyampaikan bahwa kunjungan ini tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi membawa misi edukatif dan kolaboratif.
"Kami tidak hanya ingin melihat toleransi beragama yang berkembang di Republik Rakyat Tiongkok, namun juga ingin mempelajari sistem pendidikan mereka. Kami berharap bisa mempromosikan universitas-universitas di Sumatera Utara dan membuka peluang kerja sama seperti program pertukaran mahasiswa," ujar Prof. Nurhayati.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan nyata dari Konjen Zhang Min, termasuk bantuan sosial berupa sembako kepada organisasi dan masyarakat yang membutuhkan di Sumatera Utara.
"Ini luar biasa, Pak Konjen. Bantuan dan kepedulian itu betul-betul sampai ke masyarakat. Bahkan bantuan tersebut dibagikan dengan label resmi Konsulat RRT yang membuatnya sangat berkesan," katanya.
Lebih lanjut, Nurhayati mendorong agar kerja sama ini tidak berhenti pada satu program saja. Ia mengusulkan adanya fasilitasi beasiswa dari perguruan tinggi di Tiongkok bagi mahasiswa asal Sumatera Utara, baik untuk jenjang sarjana maupun pascasarjana. Ia optimis bahwa kunjungan ini akan mengubah banyak perspektif tentang Tiongkok dan membuka peluang akademik yang lebih luas di masa mendatang.
Rombongan dijadwalkan mengunjungi beberapa kota besar di Tiongkok, termasuk Beijing dan Xinjiang, guna menyaksikan langsung kehidupan sosial, perkembangan pendidikan, serta praktik toleransi antarumat beragama di negara tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....