Pemerintah Jepang Tingkatkan Kesejahteraan Koki di Misi Diplomatik
- 26 Mei 2025 14:28 WIB
- Medan
KBRN, Tokyo: Pemerintah Jepang akan meningkatkan kesejahteraan para koki yang bertugas di misi diplomatik luar negeri mulai Januari mendatang, sebagai respons terhadap semakin ketatnya persaingan dalam merekrut tenaga ahli di tengah meningkatnya popularitas kuliner Jepang di dunia.
Dalam skema baru yang diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri Jepang, gaji tahunan koki akan dinaikkan menjadi lebih dari 6 juta yen, naik signifikan dari rata-rata saat ini yang berkisar antara 4 hingga 4,5 juta yen.
Selain itu, koki yang selama ini tinggal di dalam kompleks kedutaan akan diberikan pilihan untuk menyewa tempat tinggal sendiri, dengan biaya yang sepenuhnya ditanggung pemerintah.
Menteri Luar Negeri Jepang, Takeshi Iwaya, menekankan pentingnya peran para koki dalam kegiatan diplomasi.
"Koki di misi luar negeri memainkan peran penting dalam menjamu tamu kenegaraan, dan semakin sulit untuk merekrut staf berkualitas," ujar Iwaya dalam konferensi pers, dikutip dari Japan Today.
Ia menambahkan bahwa para koki diharapkan menjadi “diplomat kuliner” yang mempromosikan masakan Jepang secara lebih proaktif.
Saat ini, Jepang memiliki sekitar 230 misi diplomatik di berbagai negara, dan hampir semuanya memiliki satu koki. Beberapa kedutaan besar yang sibuk, seperti di Amerika Serikat dan Tiongkok, bahkan mempekerjakan dua koki. Namun, Kementerian mencatat masih ada sekitar belasan posisi koki yang belum terisi.
Dalam sistem baru ini, para koki akan dikontrak selama dua tahun dan dapat diperpanjang satu tahun. Sebelumnya, durasi kerja mereka sering kali tidak pasti dan disesuaikan dengan masa tugas duta besar atau konsul jenderal tempat mereka bekerja.
Iwaya menyatakan bahwa perbaikan sistem ini diharapkan dapat memberi para koki kepastian karier yang lebih baik. Selain kenaikan gaji dan akomodasi, pemerintah juga akan menyediakan tunjangan tambahan bagi koki yang ingin membawa pasangan mereka ke negara tempat mereka bertugas.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah Jepang untuk menjaga kualitas diplomasi kuliner sebagai bagian dari soft power dan memperkuat citra budaya Jepang di dunia internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....