Tiongkok Uji Drone Logistik Nirawak di Daerah Esktrem
- 26 Mei 2025 14:19 WIB
- Medan
KBRN, Beijing: CH-YH1000, drone logistik nirawak buatan Tiongkok, sukses melaksanakan uji terbang perdana pada Kamis (22/5/2025) lalu di sebuah lapangan terbang di wilayah barat laut Tiongkok. Uji coba tersebut dinyatakan berhasil mengumpulkan data penerbangan yang baik dan mencapai seluruh target yang ditetapkan.
Informasi ini disampaikan oleh pengembang drone, Aerospace CH UAV Co Ltd, melalui siaran pers dikutip dari Global Times. Keberhasilan uji terbang ini menandai tonggak penting dalam pengembangan pesawat sejak program dimulai setahun lalu.
CH-YH1000 merupakan drone logistik multi-guna yang dirancang untuk operasi logistik di ketinggian menengah. Dengan desain pesawat kargo klasik dan mesin ganda, drone ini dilengkapi sistem avionik dari seri drone CH yang telah teruji dalam misi, memberikan ketahanan tinggi terhadap gangguan dan keandalan operasional.
Keunggulan lainnya adalah kemampuannya lepas landas dan mendarat dalam jarak pendek serta beroperasi di medan ekstrem. Drone ini mampu mendarat di jalan sekunder, landasan tanah yang dipadatkan, dan lapangan rumput. Dengan tambahan perangkat pelampung, CH-YH1000 bisa mendarat di air; sedangkan perangkat ski memungkinkan operasional di medan bersalju, memperluas cakupan misinya di berbagai kondisi geografis.
Sebelum uji terbang ini, drone telah menjalani uji taksi penuh muatan di Bandara Zhanghe, Jingmen, Provinsi Hubei, Tiongkok Tengah, pada Januari lalu.
Seorang pengembang menyebut CH-YH1000 sebagai “pickup di udara” yang ditujukan untuk mengangkut logistik dengan efisiensi tinggi dan biaya sedikit di atas transportasi darat. Drone ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan logistik di daerah terpencil dan mengatasi kendala biaya serta waktu pengiriman, khususnya di wilayah seperti Xizang (Tibet) dan Xinjiang.
Data resmi menyebut CH-YH1000 memiliki jangkauan sejauh 1.500 kilometer, daya tahan misi hingga 10 jam, ketinggian layanan 8.000 meter, serta kapasitas angkut 1.200 kilogram. Drone ini mampu membawa empat palet kargo berukuran satu meter kubik, dengan sistem muat-bongkar dari bagian depan serta kemampuan menjatuhkan muatan dari bagian bawah pesawat, memungkinkan fleksibilitas logistik yang tinggi. Daya listrik onboard sebesar 6 kilowatt mendukung berbagai peralatan misi khusus.
Drone ini diyakini dapat menghubungkan kota-kota besar dengan daerah terpencil secara cepat dan efisien, mengatasi tantangan distribusi logistik di wilayah tengah dan barat Tiongkok. Selain itu, fleksibilitas misi menjadikannya sangat serbaguna untuk berbagai kebutuhan pengiriman.
Pengamat penerbangan Tiongkok, Fu Qianshao, yang mengamati langsung prototipe CH-YH1000 dalam ajang Airshow Tiongkok 2024 di Zhuhai, menyebut desain drone ini memungkinkan proses muat-bongkar cepat, meningkatkan frekuensi terbang harian, dan menekan biaya operasional.
Dibandingkan pesawat kargo berawak, CH-YH1000 memiliki bobot kosong lebih ringan dan kapasitas angkut lebih besar, sehingga lebih efisien dan hemat biaya. Keunggulan inilah yang menjadikannya solusi logistik masa depan, terutama untuk wilayah terpencil dan sulit dijangkau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....