Presiden Tiongkok Sampaikan Dukungan atas Kedaulatan LAC
- 15 Mei 2025 11:12 WIB
- Medan
KBRN, Beijing: Presiden Republik Rakyat Tiongkok, Xi Jinping, menyampaikan komitmen negaranya untuk terus mendukung kedaulatan, kemerdekaan, dan jalan pembangunan yang dipilih oleh negara-negara Amerika Latin dan Karibia (LAC), dalam pidatonya pada pembukaan Pertemuan Tingkat Menteri Keempat Forum Tiongkok-CELAC di Beijing, Selasa (13/5/2025).
Dalam pidato utama yang sarat pesan solidaritas, Xi menyatakan bahwa Tiongkok menghormati pilihan negara-negara LAC dan menolak segala bentuk intervensi asing.
“Tiongkok dengan tegas mendukung negara-negara LAC dalam mengejar jalur pembangunan yang sesuai dengan kondisi nasional masing-masing, menjaga kedaulatan dan kemerdekaan, serta menolak campur tangan eksternal,” ujarnya, dikutip dari siaran pers Kementerian Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok.
CELAC, atau Community of Latin American and Caribbean States, adalah organisasi regional yang beranggotakan 33 negara dari Amerika Latin dan Karibia. Didirikan pada 2010, CELAC bertujuan memperkuat integrasi kawasan dan menghadirkan suara kolektif dalam isu-isu global.
Xi juga mengingatkan sejarah panjang solidaritas antara Tiongkok dan negara-negara di kawasan LAC. Ia menyinggung dukungan publik besar-besaran yang diberikan rakyat Tiongkok pada 1960-an atas klaim Panama terhadap Terusan Panama, serta sikap konsisten Tiongkok dalam mendukung hak-hak negara berkembang.
“Sejak 1992, Tiongkok telah 32 kali secara konsisten memilih mendukung resolusi Majelis Umum PBB untuk mengakhiri embargo Amerika Serikat terhadap Kuba,” kata Xi.
Pidato Xi menekankan bahwa hubungan Tiongkok-LAC didasari prinsip kesetaraan, saling menghormati, dan kepentingan bersama. Ia menyebut hubungan ini sebagai komunitas dengan masa depan bersama yang dibangun di atas fondasi keadilan global dan solidaritas selatan-selatan.
Pertemuan Forum Tiongkok-CELAC ini turut dihadiri oleh para kepala negara dan menteri dari negara-negara anggota CELAC, termasuk Presiden Kolombia Gustavo Petro, Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva, dan Presiden Chili Gabriel Boric.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....