Tiongkok Luncurkan Lima Program Strategis untuk CELAC

  • 15 Mei 2025 11:07 WIB
  •  Medan

KBRN, Beijing: Presiden Republik Rakyat Tiongkok, Xi Jinping, meluncurkan lima program utama untuk memperkuat kerja sama antara Tiongkok dan negara-negara anggota CELAC dalam pidatonya pada pembukaan Pertemuan Tingkat Menteri Keempat Forum Tiongkok-CELAC di Beijing, Selasa (13/5/2025).

Lima program tersebut mencakup Program Solidaritas, Pembangunan, Peradaban, Perdamaian, dan Konektivitas Antar-Masyarakat. Xi menyebut kelima inisiatif ini sebagai upaya konkret membangun komunitas Tiongkok-Amerika Latin dan Karibia dengan masa depan bersama.

Forum Tiongkok-CELAC merupakan wadah kerja sama antara Tiongkok dan CELAC (Community of Latin American and Caribbean States), sebuah blok regional yang terdiri dari 33 negara di kawasan Amerika Latin dan Karibia. Didirikan pada tahun 2010, CELAC bertujuan untuk memperkuat integrasi regional dan menjadi representasi kawasan dalam urusan global, terpisah dari pengaruh langsung Amerika Serikat.

“Dalam menghadapi tantangan geopolitik dan proteksionisme yang meningkat, Tiongkok siap bergandengan tangan dengan mitra-mitra CELAC untuk mengejar pembangunan dan revitalisasi bersama,” ujar Xi, dikutip dari siaran pers Kementerian Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok.

Program Solidaritas akan difokuskan pada peningkatan komunikasi politik dan dukungan atas kepentingan inti masing-masing negara. Dalam tiga tahun ke depan, Tiongkok akan mengundang 300 anggota partai politik dari negara CELAC tiap tahunnya untuk berkunjung ke Tiongkok dan memperluas pertukaran kebijakan.

Melalui Program Pembangunan, Tiongkok berkomitmen memperluas kerja sama di bidang infrastruktur, pertanian, energi, serta teknologi seperti 5G, kecerdasan buatan, dan ekonomi digital. Tiongkok juga akan menyediakan jalur kredit sebesar 66 miliar yuan untuk mendukung pembangunan negara-negara anggota.

Sementara itu, Program Peradaban mencakup penyelenggaraan dialog antarperadaban, pertukaran seni dan budaya, restorasi situs bersejarah, hingga pencegahan perdagangan ilegal barang budaya. Tiongkok juga akan menggelar Musim Seni Amerika Latin dan Karibia dalam waktu dekat.

Dalam aspek keamanan, Program Perdamaian difokuskan pada kerja sama dalam pengelolaan bencana, keamanan siber, kontra-terorisme, dan pemberantasan kejahatan lintas negara. Pelatihan penegak hukum dan bantuan peralatan juga akan disediakan.

Terakhir, Program Konektivitas Antar-Masyarakat akan mempererat hubungan antarwarga melalui 3.500 beasiswa pemerintah, 10.000 pelatihan di Tiongkok, serta berbagai proyek kesejahteraan masyarakat. Tiongkok juga akan memberlakukan bebas visa bagi lima negara anggota CELAC sebagai langkah awal.

"Tak peduli bagaimana dunia berubah, Tiongkok akan selalu menjadi sahabat dan mitra sejati negara-negara LAC," kata Xi menutup pidatonya.

Forum ini dihadiri oleh kepala negara dan menteri luar negeri dari negara-negara anggota CELAC, termasuk Presiden Kolombia Gustavo Petro, Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva, serta Presiden Chili Gabriel Boric.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....