Pegawai Kantoran Jepang Jadi Pemandu Sorak Semangati Penduduk
- 14 Mei 2025 14:46 WIB
- Medan
KBRN, Tokyo: Sekelompok pegawai kantoran muda di Jepang mengubah cara mereka menghabiskan akhir pekan. Bukan untuk beristirahat, melainkan tampil sebagai pemandu sorak pria profesional yang penuh semangat dan aksi akrobatik.
Dilansir dari the Japan Today, Rabu (14/5/2025), Kelompok ini menamakan diri Cheer Re-Man’s, gabungan dari kata cheerleading dan salaryman, yang merujuk pada pekerja kantoran khas Jepang. Mereka terdiri dari sekitar 30 pria muda, seluruhnya alumni tim cheerleading pria Universitas Waseda. Di luar hari kerja, mereka mengenakan jas dan dasi lengkap untuk melakukan latihan dan pertunjukan cheerleading di pusat perbelanjaan dan berbagai ruang publik di Tokyo.
Uniknya, para anggota tetap menjalani pekerjaan penuh waktu di berbagai sektor, mulai dari pemasaran hingga penjualan properti. Waktu latihan mereka sering berbagi dengan tim cheerleader perempuan kampus dan sebagai gantinya, mereka membawa biskuit sebagai tanda terima kasih.
Kakimoto (23), salah satu anggota, bekerja di sebuah perusahaan pengembangan perangkat lunak. Dari Senin hingga Jumat, ia menjalani rutinitas khas pegawai Jepang—naik kereta penuh sesak, kerja lembur, dan aktivitas sosial bersama rekan kerja. Namun pada akhir pekan, ia menjelma menjadi pemandu sorak yang melakukan aksi akrobatik sambil tetap mengenakan setelan kerja.
“Di hari kerja saya menggunakan otak, dan di akhir pekan saya menggunakan tubuh. Kalau salah satu lelah, yang lain bisa mengimbanginya. Itu membantu menjaga kesehatan mental saya,” ujarnya.
“Kalau kami saja bisa menekuni passion di sela pekerjaan, orang lain juga pasti bisa mengejar mimpi mereka.”
Penampilan mereka yang unik, para pria dewasa berbaju jas yang dilempar ke udara setinggi 7 meter dalam koreografi akrobatik, telah menarik perhatian luas. Mereka bahkan tampil dalam iklan daring untuk mempromosikan jas Uniqlo yang mereka pakai, serta berpartisipasi dalam ajang Britain's Got Talent, di mana mereka finis di posisi ketiga semifinal.
Dalam salah satu penampilan akhir pekan terbaru, mereka memukau penonton di sebuah mal besar dengan aksi salto, menara manusia, dan energi positif yang menular.
Yasuko Yamaki (61), seorang ibu rumah tangga yang mengenal grup ini lewat media sosial, tak kuasa menahan haru.
“Di Jepang, kita semua sedang menghadapi banyak tekanan. Melihat para salaryman ini berjuang dan tidak menyerah sangat menginspirasi,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....