Tiongkok dan Rusia Dorong Reformasi Tata Kelola Global
- 10 Mei 2025 16:01 WIB
- Medan
KBRN, Moskow: Presiden Republik Rakyat Tiongkok, Xi Jinping, dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyerukan reformasi sistem tata kelola global yang lebih adil, inklusif, dan multipolar dalam pertemuan bilateral di Kremlin pada Kamis (8/5/2025). Presiden Xi menyatakan bahwa dunia saat ini menghadapi tantangan unilateralisme, politik kekuasaan, dan sanksi sepihak yang merusak prinsip keadilan global. Oleh karena itu, menurutnya, diperlukan solidaritas dari negara-negara berkembang dan reformasi sistem internasional agar lebih merepresentasikan suara Global South.
“Kita harus mendorong dunia multipolar yang setara dan tertib, serta globalisasi ekonomi yang inklusif dan menguntungkan semua pihak,” ujar Xi, dikutip dari press release yang diterima RRI dari Kementerian Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok.
Ia menambahkan bahwa kerja sama erat antara Tiongkok dan Rusia merupakan respons atas seruan zaman untuk mewujudkan keadilan dan tatanan internasional yang seimbang.
Presiden Putin menegaskan pandangan serupa. Menurutnya, kerja sama dalam kerangka multilateral seperti BRICS, Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO), dan PBB menjadi alat penting untuk memperkuat posisi negara-negara berkembang dan menentang dominasi satu blok atas dunia.
“Kita harus menolak konfrontasi berbasis blok, serta penyalahgunaan sanksi sebagai instrumen politik,” kata Putin.
Dalam konteks ini, kedua negara juga menyepakati perlunya memperkuat koordinasi strategis guna mendukung stabilitas global, termasuk menjaga rantai pasok industri dan sistem perdagangan multilateral.
Tiongkok dan Rusia menegaskan bahwa kerja sama mereka bukan untuk menantang pihak ketiga, melainkan untuk memperjuangkan tatanan internasional yang lebih seimbang, representatif, dan adil bagi seluruh negara, terutama yang berada di belahan selatan dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....