Tiongkok dan Rusia Sepakat Perkuat Kemitraan Strategis Baru
- 10 Mei 2025 00:28 WIB
- Medan
KBRN, Moskow: Presiden Republik Rakyat Tiongkok, Xi Jinping, dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, menegaskan komitmen untuk memperkuat kemitraan strategis komprehensif dalam era baru, usai pertemuan bilateral di Kremlin, Kamis (8/5/2025). Pertemuan ini menghasilkan penandatanganan lebih dari 20 dokumen kerja sama lintas sektor.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin menyepakati Joint Statement on Further Deepening the China-Russia Comprehensive Strategic Partnership of Coordination for the New Era, sebagai bagian dari peringatan 80 tahun kemenangan Perang Dunia II serta berdirinya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Presiden Xi menyatakan bahwa hubungan Tiongkok-Rusia saat ini semakin stabil dan tahan uji. “Kerja sama dua negara telah menjadi contoh kemitraan strategis yang saling menguntungkan, berdasarkan kepercayaan politik yang kuat dan interaksi antar masyarakat yang luas,” ujarnya, dikutip dari press release yang diterima RRI dari Kementerian Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok.
Xi menekankan bahwa di tengah tantangan global seperti unilateralisme dan politik kekuasaan, Tiongkok dan Rusia harus bersama-sama memikul tanggung jawab besar sebagai negara besar dan anggota tetap Dewan Keamanan PBB.
Sementara itu, Presiden Putin menyebut hubungan dengan Tiongkok sebagai pilihan strategis yang tidak bergantung pada dinamika sementara atau tekanan pihak ketiga. Ia menegaskan bahwa Rusia akan terus mempererat kerja sama dengan Tiongkok di bidang perdagangan, energi, pertanian, teknologi, dan pertukaran budaya.
Dokumen kerja sama yang ditandatangani mencakup isu-isu strategis seperti stabilitas global, perlindungan hukum internasional, keamanan hayati, ekonomi digital, hingga promosi industri film. Kedua pemimpin juga sepakat memperkuat sinergi antara Belt and Road Initiative dan Uni Ekonomi Eurasia sebagai kerangka konektivitas regional.
Xi dan Putin juga menyatakan akan terus bekerja sama dalam forum multilateral seperti PBB, BRICS, dan Shanghai Cooperation Organization (SCO) untuk memperjuangkan tatanan dunia multipolar yang lebih adil dan inklusif.
Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa hubungan Beijing-Moskow akan semakin erat di tengah pergeseran keseimbangan global dan meningkatnya ketegangan dengan negara-negara Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....