Jepang Manfaatkan AI untuk Lacak Barang Hilang

  • 06 Mei 2025 15:40 WIB
  •  Medan

KBRN, Tokyo: Jepang mulai memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu melacak barang hilang di layanan transportasi umum dan berbagai fasilitas publik lainnya. Inisiatif ini telah meningkatkan tingkat pengembalian barang hingga tiga kali lipat, berkat sistem yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi informasi Find Inc. yang berbasis di Tokyo.

Sekitar 30 institusi, termasuk Biro Transportasi Kota Sapporo, Bandara Haneda di Tokyo, Kepolisian Tokyo, dan Kepolisian Prefektur Oita, telah mengadopsi "platform barang hilang" berbasis AI di lebih dari 2.300 stasiun dan lokasi lainnya.

Operator kereta Keio Corp di Tokyo melaporkan peningkatan signifikan dalam tingkat pengembalian barang, dari kurang dari 10 persen menjadi sekitar 30 persen sejak sistem mulai diterapkan.

Ketika barang hilang diserahkan, staf transportasi akan memotret barang menggunakan tablet. Sistem AI milik Find secara otomatis menganalisis warna, bentuk, dan karakteristik lain dari barang tersebut, lalu menyimpannya dalam basis data digital bersama dengan fotonya.

Pemilik barang dapat mengakses layanan ini melalui aplikasi pesan seperti Line, dengan memasukkan lokasi perkiraan barang hilang, deskripsi, atau foto. Jika tidak ada foto, pengguna bisa memilih gambar serupa dari sistem. Layanan tersedia dalam empat bahasa: Jepang, Inggris, Mandarin, dan Korea.

Tim dari Find kemudian menggunakan AI untuk mencocokkan informasi pengguna dengan data yang tersimpan. Bahkan dengan deskripsi samar, AI mampu menyaring dan menampilkan beberapa kemungkinan barang yang sesuai berdasarkan tingkat kemiripan.

"Barang bisa dikembalikan lebih cepat karena kami tidak perlu lagi ke gudang penyimpanan untuk memverifikasi," ujar seorang pejabat dari bagian akuntansi Kepolisian Prefektur Oita, dikutip dari The Japan Today, Selasa (6/5/2025).

Sistem ini juga mulai digunakan oleh Yurikamome Inc, operator monorel otomatis di Tokyo, sejak Juli 2024. Dengan 15.000 barang hilang setiap tahun, sistem baru ini telah mengurangi beban pencarian dan mempercepat proses konfirmasi barang. “Dulu kami pakai Excel untuk mencatat barang hilang, sekarang jauh lebih efisien,” kata Kiyomichi Mano dari Stasiun Shimbashi.

Hingga akhir Maret 2025, sistem Find telah menangani sekitar 1,5 juta laporan barang hilang, dengan sekitar 480.000 berhasil dikembalikan kepada pemiliknya. "Selama ini orang harus menghubungi berbagai tempat secara manual. Dengan platform ini, pencocokan jadi lebih mudah lewat basis data yang besar," ujar Ryu Wada, CEO Find Inc.

Dengan semakin banyaknya institusi yang mengadopsi sistem ini, Jepang tampaknya berada di jalur yang tepat untuk menjadikan teknologi sebagai solusi praktis dalam urusan sehari-hari, termasuk urusan sederhana seperti mencari barang yang sempat hilang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....