Tiongkok Ajak BRICS Perkuat Peran dalam Perdamaian Dunia

  • 29 Apr 2025 13:45 WIB
  •  Medan

KBRN, Rio de Janeiro: Tiongkok mengajak negara-negara BRICS untuk memperkuat peran dalam menjaga perdamaian dan pembangunan global di tengah gejolak internasional. Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi dalam pertemuan tahap pertama para menteri luar negeri BRICS di Rio de Janeiro, Brazil, Senin (28/4/2025).

Dalam forum yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Brasil Mauro Vieira tersebut, Wang Yi menekankan bahwa dunia sedang memasuki "periode turbulensi dan transformasi" yang menantang tatanan internasional yang selama ini dijaga sejak berdirinya Perserikatan Bangsa-Bangsa 80 tahun lalu. Ia memperingatkan bahwa prinsip dasar kerja sama global mengalami erosi, dan pembangunan berkelanjutan kini menghadapi ancaman serius.

"Dalam masa perubahan kritis ini, pilihan yang kita ambil akan menentukan masa depan umat manusia. BRICS harus menjadi kekuatan konstruktif yang menjaga perdamaian dan mendorong pembangunan," ucap Menteri Wang Yi, dikutip dari rilis pers Kementerian Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok kepada RRI.

Wang Yi memperkenalkan kembali Global Security Initiative (GSI) yang diusung Presiden Xi Jinping, yang menjadi panduan visi Tiongkok terhadap keamanan dunia. Melalui inisiatif ini, Tiongkok mengusulkan pendekatan keamanan berbasis dialog, saling menghormati, kemitraan, dan kerja sama, serta menolak logika konfrontasi dan permainan zero-sum yang kerap mewarnai geopolitik saat ini.

Lebih jauh, Wang menyerukan penyelesaian damai terhadap berbagai konflik global. Ia menegaskan dukungan Tiongkok terhadap upaya damai menyelesaikan krisis Ukraina melalui dialog politik, serta mendorong implementasi solusi dua negara dalam konflik Palestina-Israel.

"Prioritas utama saat ini adalah mencapai gencatan senjata penuh di Gaza dan mengatasi bencana kemanusiaan yang terjadi. Untuk jangka panjang, solusi dua negara harus direalisasikan demi tercapainya koeksistensi damai antara Palestina dan Israel," katanya.

Di luar isu keamanan, Tiongkok juga menekankan pentingnya memperkokoh fondasi pembangunan. Wang mengajak negara-negara BRICS untuk terus mempromosikan perdagangan bebas dan integrasi ekonomi, dengan fokus pada kerja sama dalam bidang pengentasan kemiskinan, kesehatan, pertanian, dan pendidikan.

Tiongkok, menurut Wang, siap memperluas kolaborasi praktis di bidang teknologi canggih, seperti pengembangan vaksin, eksplorasi ruang angkasa, keamanan pangan, serta penelitian di wilayah samudra dalam dan kutub.

Melalui langkah ini, Tiongkok memperlihatkan tekadnya untuk memperkuat peran BRICS dalam mendukung negara-negara berkembang atau Global South, terutama dalam menghadapi tantangan bersama seperti ketidakadilan global, perubahan iklim, dan ketimpangan pembangunan.

Pertemuan di Rio juga menandai sejarah baru dengan kehadiran Indonesia sebagai anggota penuh BRICS untuk pertama kalinya. Seluruh delegasi menyambut baik partisipasi Indonesia, serta menyatakan dukungan terhadap berbagai inisiatif global yang dikemukakan oleh Tiongkok.

Dalam komunike bersama, negara-negara BRICS menekankan pentingnya solidaritas untuk melawan politik kekuasaan dan standar ganda dalam urusan internasional. Mereka juga mendorong penyelesaian krisis melalui cara-cara damai, memperkuat multilateralisme, dan membangun tatanan internasional yang lebih adil dan inklusif.

Bagi Tiongkok, perkembangan ini mempertegas diplomasi multilateralisme yang selama ini dikedepankan Beijing, di mana pembangunan, perdamaian, dan kolaborasi dinilai sebagai pilar dunia masa depan.

"BRICS bukan hanya simbol kerja sama ekonomi, tetapi harus menjadi penjaga keadilan internasional dan motor pembangunan global," ujar Wang Yi dalam pertemuan tersebut.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....