China Luncurkan Shenzhou-20, Perkuat Kolaborasi Luar Angkasa

  • 28 Apr 2025 15:03 WIB
  •  Medan

KBRN, Beijing: Tiga astronot yang tergabung dalam misi Shenzhou-20 telah resmi memasuki stasiun luar angkasa China pada Jumat dini hari (26/4/2025) dan bertemu dengan trio astronot dari misi sebelumnya, Shenzhou-19. Pertemuan ini menandai dimulainya tahap pergantian awak keenam dalam sejarah program antariksa berawak China.

Berdasarkan pernyataan China Manned Space Agency (CMSA), kru Shenzhou-19 membuka palka stasiun pada pukul 01.17 waktu Beijing dan menyambut kru Shenzhou-20. Keenam astronot kemudian berfoto bersama, menandai momen bersejarah tersebut. Mereka akan hidup dan bekerja bersama selama sekitar lima hari untuk menyelesaikan tugas-tugas terjadwal serta proses serah terima sebelum kru Shenzhou-19 dijadwalkan kembali ke Bumi, tepatnya di lokasi pendaratan Dongfeng di Daerah Otonomi Mongolia Dalam, pada 29 April mendatang.

Peluncuran Shenzhou-20 pada Kamis (25/4/2025) menjadi bagian dari upaya berkelanjutan China dalam mendorong kemajuan teknologi luar angkasa untuk kemanusiaan, sebuah visi yang terus ditegaskan Presiden Xi Jinping. Selama beberapa tahun terakhir, Xi kerap menyuarakan pentingnya kerja sama internasional dalam eksplorasi dan pemanfaatan ruang angkasa secara damai. Dalam pertemuannya dengan kru Shenzhou-12 pada 2021, Xi menyatakan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi antariksa harus membawa manfaat bagi seluruh umat manusia.

Melansir Xinhua, China terus memperluas kolaborasi globalnya. CMSA mengungkapkan bahwa saat ini tengah dilakukan pembicaraan dengan negara lain terkait partisipasi astronot asing dalam misi masa depan ke stasiun luar angkasa China. Selain itu, China membuka akses internasional untuk penelitian terhadap sampel bulan yang dibawa pulang oleh misi Chang’e-5 dan Chang’e-6. Peneliti dari berbagai negara telah terlibat dalam studi terhadap sampel lunar tersebut.

Rencana ke depan, misi Chang’e-7 dan Chang’e-8 yang akan diluncurkan dalam tiga tahun ke depan juga akan menawarkan kapasitas muatan untuk eksperimen internasional. Hingga kini, China telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan 17 negara dan organisasi internasional terkait pembangunan International Lunar Research Station (ILRS).

Komitmen terhadap kerja sama luar angkasa juga tercermin melalui proyek BeiDou Navigation Satellite System (BDS). Dalam surat ucapan kepada KTT Internasional Pertama tentang Aplikasi BDS pada 2021, Xi menegaskan kesiapan China untuk berbagi manfaat BDS dengan dunia. Saat ini, layanan BDS telah dimanfaatkan di sektor pertanian presisi dan pelabuhan pintar di negara-negara ASEAN, Asia Selatan, Asia Barat, Eropa Timur, dan Afrika.

Dalam kerangka kerja sama BRICS, China juga terus mengembangkan Konstelasi Satelit Penginderaan Jauh BRICS untuk memperkuat berbagi data penanggulangan bencana. Selain itu, layanan satelit disediakan bagi negara mitra Belt and Road Initiative guna mendukung pembangunan berkelanjutan di bidang pertanian, pencegahan bencana, dan inisiatif kota pintar.

Di sisi penelitian ilmiah, Shenzhou-20 membawa berbagai eksperimen biologis dan ilmu kehidupan. Menurut Technology and Engineering Center for Space Utilization (CSU) dari Chinese Academy of Sciences, seluruh sampel eksperimen telah berhasil dipindahkan ke dalam stasiun luar angkasa dan proses instalasi in-orbit telah selesai.

Eksperimen mencakup penelitian efek mikrogavitasi dan radiasi luar angkasa terhadap regenerasi planaria, studi tentang mekanisme homeostasis protein dalam kasus osteoporosis akibat mikrogavitasi melalui pengamatan ikan zebra, hingga eksperimen terhadap mikroorganisme streptomycetes. Semua subjek eksperimen, termasuk planaria, ikan zebra, dan ceratophyllum, dilaporkan berada dalam kondisi baik. Data awal berupa gambar dan video telah berhasil dikirim kembali ke Bumi.

Dalam masa tinggal enam bulan di luar angkasa, kru Shenzhou-20 akan melanjutkan riset lintas disiplin, termasuk budidaya chip organoid otak vaskular, studi dinamika nonequilibrium materi lunak, serta penelitian tentang material superkonduktor suhu tinggi.

"Ruang angkasa adalah wilayah bersama umat manusia, dan eksplorasinya adalah tujuan bersama umat manusia," tegas Xi Jinping dalam sebuah kesempatan, menegaskan kembali komitmen China untuk memperkuat tata kelola luar angkasa dan berbagi pencapaian teknologi antariksa untuk kesejahteraan dunia.

Dengan keberhasilan peluncuran Shenzhou-20 dan beragam program kolaborasi internasional yang terus diperluas, China semakin memperkokoh posisinya sebagai salah satu kekuatan utama dalam peradaban luar angkasa global.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....