Korea Selatan Gelar Simposium Internasional Promosikan Multikultural

  • 22 Apr 2025 14:45 WIB
  •  Medan

KBRN, Ansan: Pemerintah Kota Ansan, kota pertama di Korea Selatan yang bergabung dalam daftar kota antarbudaya Dewan Eropa, akan menyelenggarakan simposium internasional pada 17 hingga 19 September 2025. Acara ini menunjukkan komitmen kota tersebut terhadap harmoni multikultural sebagai bagian dari identitas dan citra globalnya.

"Tahun ini menandai ulang tahun kelima keanggotaan kami dan dua dekade sejak pendirian divisi yang melayani penduduk asing, Simposium ini akan mempertemukan perwakilan dari kota-kota antarbudaya lainnya seperti Hamamatsu di Jepang dan Melton di Australia untuk membahas visi bersama dan strategi kebijakan inovatif." ujar seorang pejabat kota pada Senin (21/4/2025), dikutip dari Korea Times.

Program kota antarbudaya yang diluncurkan oleh Dewan Eropa pada 2008 bertujuan membantu kota-kota untuk meninjau dan menyesuaikan kebijakan melalui lensa antarbudaya, serta mengelola keberagaman sebagai keuntungan sosial. Setelah Ansan bergabung, Kota Asan di Provinsi Chungcheong Selatan dan Distrik Guro di Seoul juga ikut bergabung.

Selama dua dekade terakhir, Ansan berkembang menjadi kota paling beragam secara etnis di Korea Selatan. Saat ini, lebih dari 100.000 dari 672.000 penduduk Ansan (sekitar 14%) merupakan warga kelahiran asing. Angka ini diperkirakan akan meningkat dua kali lipat pada tahun 2042.

"Kami ingin menjadikan Ansan sebagai kota percontohan yang secara positif merangkul keberagaman budaya dan mempersiapkan diri menghadapi perubahan demografis," tambah pejabat tersebut.

Kota ini tengah mengembangkan sejumlah proyek jangka panjang, termasuk pembangunan pusat komunitas multifungsi bagi penduduk asing di Distrik Sangnok, yang dijadwalkan dibuka pada September 2027. Selain itu, Ansan bekerja sama dengan para ahli desain dalam proyek peningkatan infrastruktur yang didanai Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan, yang akan menampilkan karya seni khas kota pada akhir 2025.

Untuk mengakomodasi kebutuhan populasi yang beragam, pemerintah Kota Ansan membentuk kelompok penasihat dan pemantau yang terdiri dari warga negara naturalisasi dan penduduk tetap dari berbagai negara. Baru-baru ini, dewan kota mengesahkan peraturan pertama di Korea yang mempromosikan integrasi sosial, mendorong penghormatan terhadap budaya dan tradisi yang beragam di antara seluruh warga.

Ansan juga akan merayakan "Hari Bersama" pada 17 Mei melalui berbagai acara budaya di Taman Hiburan Hwarang.

"Sebagai kota antarbudaya yang menjunjung harmoni antar budaya, Ansan berkomitmen menciptakan lingkungan inklusif tempat semua orang dapat berkembang bersama. Kami akan terus meningkatkan status global Ansan dengan memperkuat dukungan bagi warga asing dan memajukan pertukaran budaya yang kuat " kata Lee Eok-bae, direktur utama divisi penduduk asing pemerintah kota Ansan.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....