Tiongkok Tidak Mau Perang Tarif, Tetapi Tidak Takut Menghadapinya

  • 21 Apr 2025 14:48 WIB
  •  Medan

KBRN, Medan: Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Medan, Zhang Min, menegaskan bahwa Tiongkok tidak menginginkan perang tarif, tetapi juga tidak takut menghadapinya. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidatonya pada Resepsi Musim Semi 2025, Kamis malam (17/4/2025) lalu, dalam acara Resepsi Musim Semi 2025.

Zhang Min mengungkapkan bahwa kebijakan proteksionisme yang dijalankan oleh Amerika Serikat (AS), melanggar aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan merusak sistem perdagangan multilateral yang telah dibangun.

Ia menambahkan bahwa kebijakan ini juga mengguncang rantai pasokan global, dengan dampak paling besar dirasakan oleh negara-negara Global South yang sudah tertekan oleh ketidakstabilan ekonomi dunia.

"Tiongkok tidak menginginkan perang tarif, tetapi kami tidak takut menghadapinya," ujar Zhang Min.

Ia menegaskan bahwa Tiongkok berkomitmen untuk tidak terlibat dalam konfrontasi, melainkan lebih memilih dialog dan konsultasi untuk menyelesaikan perbedaan.

"Kami percaya bahwa perang tarif tidak akan membawa kemenangan bagi siapa pun, dan proteksionisme hanya akan merugikan semua pihak, termasuk negara-negara yang menerapkannya," kata Konsul Zhang Min.

Lebih lanjut, Zhang Min menegaskan bahwa Tiongkok berdiri bersama negara-negara berkembang dalam memperjuangkan sistem perdagangan yang adil dan terbuka.

"Kami akan terus berjuang untuk keadilan internasional dan memperjuangkan hak pembangunan Global South," ungkapnya, serta menambahkan bahwa Tiongkok akan terus mendorong keterbukaan pasar global dan berkomitmen untuk membangun masa depan yang lebih baik melalui kerja sama yang saling menguntungkan.

Zhang Min juga mengingatkan bahwa kebijakan tarif ini tidak hanya merugikan negara-negara mitra dagang, tetapi juga akan merugikan Amerika Serikat sendiri.

"Badai tarif ini tidak hanya merugikan negara-negara mitra dagang, tetapi juga merugikan AS. Kami mendesak AS untuk menghentikan tekanan maksimal, berhenti mengancam dan memeras, dan mulai berdialog dengan Tiongkok atas dasar kesetaraan, saling menghormati, dan saling menguntungkan," ujarnya

Ia menyatakan bahwa di tengah dunia yang penuh ketidakpastian ini, Tiongkok tetap berkomitmen untuk mempromosikan kerja sama internasional, bukan konfrontasi; membangun jembatan, bukan tembok; serta mendorong keterhubungan, bukan pemisahan.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....