Kamboja Tegaskan Dukungan pada Kebijakan Satu Tiongkok
- 20 Apr 2025 02:02 WIB
- Medan
KBRN, Phnom Penh: Kamboja kembali menegaskan komitmennya terhadap prinsip kebijakan satu Tiongkok dalam pertemuan bilateral antara Perdana Menteri Hun Manet dan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, yang berlangsung di Peace Palace, Phnom Penh, Kamis malam (17/4/2025). Pernyataan ini menjadi bentuk konsistensi Kamboja dalam mendukung kedaulatan dan integritas wilayah Tiongkok.
Dalam pernyataannya, PM Hun Manet menyampaikan bahwa Kamboja berkomitmen penuh terhadap kebijakan satu Tiongkok dan mendukung Tiongkok dalam menjaga kedaulatan serta keutuhan wilayahnya. Pernyataan ini disampaikan dalam suasana hangat dan bersahabat saat kedua negara membahas penguatan komunitas masa depan bersama dalam era baru.
Pernyataan dukungan tersebut menjadi sorotan penting mengingat dinamika geopolitik di kawasan Asia Pasifik yang semakin kompleks, termasuk meningkatnya ketegangan terkait isu Taiwan. Dukungan eksplisit dari Kamboja mempertegas posisinya sebagai mitra strategis utama Tiongkok di Asia Tenggara.
Presiden Xi Jinping menyambut positif sikap konsisten Kamboja terhadap prinsip satu Tiongkok. Dalam sambutannya, Xi menegaskan bahwa hubungan kedua negara terus tumbuh di atas dasar saling percaya, kesetaraan, dan dukungan atas kepentingan inti masing-masing pihak.
“Persahabatan kokoh ini dibangun dari nilai-nilai bersama, termasuk saling menghormati kedaulatan dan jalan pembangunan masing-masing negara,” ujar Presiden Xi, dikutip dari siaran pers Kementerian Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok.
Selain dukungan politik, pertemuan ini juga menghasilkan kesepakatan kerja sama di lebih dari 30 bidang, termasuk perdagangan, kecerdasan buatan, pertanian, bea cukai, dan pembangunan infrastruktur. Kedua pemimpin juga menetapkan 2025 sebagai Tahun Pariwisata Tiongkok-Kamboja, serta memperkuat kerja sama melalui Belt and Road Initiative dan inisiatif global lainnya.
Dukungan Kamboja terhadap kebijakan satu Tiongkok menjadi simbol penting dalam hubungan bilateral yang disebut sebagai “all-weather friendship”, persahabatan yang tahan uji dalam segala kondisi. Kedua negara menegaskan bahwa solidaritas dan saling mendukung dalam isu-isu utama akan terus menjadi fondasi dalam membangun komunitas masa depan bersama untuk umat manusia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....