Tiongkok-Kamboja Sepakat Bangun Komunitas Masa Depan Bersama
- 20 Apr 2025 01:40 WIB
- Medan
KBRN, Phnom Penh: Tiongkok dan Kamboja menyepakati pembangunan komunitas masa depan bersama “all-weather” dalam era baru sebagai bentuk penguatan hubungan strategis kedua negara. Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan antara Presiden Tiongkok, Xi Jinping, dan Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, di Peace Palace, Phnom Penh, Kamis malam (17/4/2025).
Pertemuan ini menandai langkah penting bagi kedua negara dalam mempererat kerja sama bilateral lintas sektor, sekaligus penetapan tahun 2025 sebagai China-Cambodia Tourism Year. Presiden Xi menegaskan bahwa persahabatan erat kedua negara telah teruji oleh waktu dan terus berkembang seiring perubahan zaman.
“Persahabatan ‘besi’ antara Tiongkok dan Kamboja dibangun atas dasar sejarah bersama, fondasi politik yang kokoh, dan semangat solidaritas yang kuat. Apa pun perubahan lanskap global, kita tetap berada di garis depan dalam membangun komunitas masa depan bersama umat manusia,” ujar Presiden Xi Jinping.
Sebagai bagian dari kemitraan strategis, kedua pemimpin menegaskan pentingnya memperkuat kepercayaan politik, memperluas kerja sama ekonomi berkualitas tinggi, serta mendorong pertukaran antar masyarakat. Xi menambahkan bahwa Tiongkok akan terus mendukung jalur pembangunan nasional Kamboja, serta mendorong pelaksanaan tiga inisiatif global: Global Development Initiative, Global Security Initiative, dan Global Civilization Initiative.
Presiden Xi juga menyampaikan komitmen Tiongkok untuk membuka lebih banyak peluang investasi bagi Kamboja. Ia mendorong perluasan kerja sama dalam kerangka Belt and Road Initiative, penguatan rantai industri dan pasok, serta peningkatan perdagangan hasil pertanian dari Kamboja. Tiongkok juga akan memberikan beasiswa pemerintah, mendukung pertukaran pemuda, serta menjalin kerja sama antar media, think tank, dan pemerintah daerah.
“Kita harus bersama-sama melawan perjudian daring dan penipuan telekomunikasi, menjaga keamanan publik dan stabilitas kawasan,” tegas Xi.
Dalam pernyataannya, Xi menekankan bahwa Tiongkok dan Kamboja merupakan kekuatan penting di Global South, yang harus menegakkan nilai-nilai perdamaian, solidaritas, dan kerja sama. Ia menolak segala bentuk unilateralisme dan konfrontasi blok, serta menyerukan penguatan koordinasi di bawah kerangka ASEAN dan Lancang-Mekong Cooperation.
Perdana Menteri Hun Manet menyambut hangat kunjungan Presiden Xi dan menyebut Tiongkok sebagai sahabat paling tepercaya bagi Kamboja. Ia menegaskan kembali komitmen Kamboja terhadap kebijakan satu Tiongkok dan dukungan penuh atas upaya Tiongkok menjaga kedaulatan dan integritas wilayahnya.
“Di bawah kepemimpinan Presiden Xi, Tiongkok telah mencapai pencapaian ekonomi dan sosial luar biasa. Kami percaya bahwa Tiongkok akan berhasil meraih Tujuan Abad Kedua,” ujar Hun Manet.
Kamboja, lanjutnya, siap memperkuat kerja sama perdagangan, investasi, pembangunan infrastruktur, serta memperdalam pertukaran di bidang pendidikan dan kebudayaan. Hun Manet juga menyampaikan dukungan penuh terhadap visi komunitas masa depan bersama umat manusia dan inisiatif-inisiatif global yang digagas oleh Presiden Xi.
Usai pertemuan, kedua pemimpin menyaksikan penandatanganan lebih dari 30 dokumen kerja sama bilateral, termasuk di bidang kecerdasan buatan, kesehatan masyarakat, pengawasan bea cukai, serta kerja sama industri dan rantai pasok.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....