Malaysia Tegaskan Dukungan terhadap Kebijakan Satu Tiongkok

  • 20 Apr 2025 00:17 WIB
  •  Medan

KBRN, Putrajaya: Malaysia kembali menegaskan komitmennya terhadap Kebijakan Satu Tiongkok (One China Policy) dan menolak segala bentuk upaya separatisme “kemerdekaan Taiwan”. Hal itu disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, dalam pertemuannya dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, di Seri Perdana, Putrajaya, Selasa (16/4/2025).

“Malaysia secara tegas mematuhi prinsip satu Tiongkok dan tidak mendukung tindakan apa pun yang mengarah pada kemerdekaan Taiwan,” ujar Anwar seperti dikutip dalam siaran pers resmi Kementerian Luar Negeri Tiongkok.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah pertemuan bilateral tingkat tinggi yang menghasilkan lebih dari 30 dokumen kerja sama di berbagai bidang. Salah satu poin penting adalah penguatan kepercayaan politik dan komitmen Malaysia untuk menjaga prinsip-prinsip dasar hubungan internasional.

Presiden Xi Jinping menyambut baik sikap Malaysia dan menekankan bahwa menjaga integritas teritorial adalah kepentingan inti bagi Tiongkok. Ia juga menegaskan bahwa hubungan kedua negara telah melewati berbagai ujian sejarah dan kini menuju komunitas masa depan bersama yang lebih erat dan strategis.

“Dukungan Malaysia terhadap Kebijakan Satu Tiongkok menunjukkan tingkat kepercayaan dan saling menghormati yang tinggi dalam hubungan kedua negara,” kata Presiden Xi.

Selain membahas isu Taiwan, kedua pemimpin juga menyepakati pembentukan mekanisme dialog “2+2” di bidang diplomasi dan pertahanan, memperluas kerja sama di sektor ekonomi digital, kecerdasan buatan, serta penguatan diplomasi budaya.

PM Anwar menambahkan bahwa Malaysia akan terus bekerja sama dengan Tiongkok dalam menghadapi tantangan global seperti unilateralisme dan fragmentasi perdagangan. Sebagai Ketua ASEAN tahun ini, Malaysia siap mendorong kemitraan ASEAN-Tiongkok yang lebih kokoh dan saling menguntungkan.

“Kami percaya bahwa stabilitas regional hanya dapat terjaga melalui komitmen terhadap prinsip saling menghormati, kerja sama multilateral, dan penghormatan terhadap integritas wilayah negara-negara berdaulat,” kata PM Anwar.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....