Tiongkok-Malaysia Sepakat Perkuat Dialog Islam-Konfusianisme
- 20 Apr 2025 00:10 WIB
- Medan
KBRN, Putrajaya: Tiongkok dan Malaysia sepakat memperkuat dialog antarperadaban antara Islam dan Konfusianisme sebagai jembatan penghubung nilai-nilai budaya Asia dan kontribusi terhadap kemajuan umat manusia. Komitmen ini menjadi salah satu butir penting dalam pertemuan bilateral antara Presiden Tiongkok, Xi Jinping, dan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, di kediaman resmi Seri Perdana, Putrajaya, Selasa (16/4/2025).
“Dialog antarperadaban adalah warisan penting yang bisa menyatukan umat manusia dalam semangat saling menghargai dan belajar satu sama lain,” ujar Presiden Xi Jinping seperti dikutip dalam siaran pers resmi Kementerian Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh penghormatan, diiringi pertunjukan budaya serta sambutan meriah dari pemuda Malaysia yang mengibarkan bendera kedua negara. Kedua pemimpin menandatangani lebih dari 30 dokumen kerja sama, salah satunya adalah kesepakatan penguatan dialog Islam-Konfusianisme sebagai platform diplomasi peradaban regional.
Presiden Xi menekankan pentingnya membangun platform pertukaran budaya antara Tiongkok dan Malaysia, termasuk di bidang pendidikan, film, olahraga, media, serta pelestarian budaya. Menurutnya, interaksi lintas budaya dapat mempererat hubungan antarbangsa dan memperkuat komunitas masa depan bersama yang lebih inklusif dan harmonis.
“Melalui dialog antara Islam dan Konfusianisme, kita dapat membangun pemahaman lintas peradaban yang lebih mendalam, serta memberikan kontribusi nyata bagi perdamaian dan pembangunan global,” ungkap Presiden Xi.
Pernyataan senada disampaikan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim. Ia menyebut Tiongkok sebagai sahabat sejati Malaysia yang telah banyak membantu secara tulus dalam berbagai situasi. Menurutnya, dialog antarperadaban adalah kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya ketegangan global dan polarisasi budaya.
“Malaysia siap menjadi tuan rumah berbagai forum yang mendorong pertukaran antarperadaban, dan kami percaya bahwa kerja sama dengan China akan memperkaya wacana kemanusiaan lintas agama dan budaya,” ujar Anwar.
Inisiatif ini juga menjadi bagian dari implementasi Global Civilization Initiative yang sebelumnya telah diumumkan Presiden Xi Jinping, sebuah agenda untuk mendorong kesetaraan budaya, saling pengertian, dan harmoni antarumat manusia.
Kerja sama budaya tersebut diperkuat dengan program bebas visa timbal balik yang mulai berlaku tahun ini, guna mempermudah pertukaran pelajar, pemuda, serta sektor pariwisata dan kebudayaan antara kedua negara.
Presiden Xi juga menyampaikan bahwa Tiongkok siap melanjutkan kerja sama riset bersama dengan Malaysia untuk pelestarian panda raksasa, sebagai simbol persahabatan kedua negara.
Dengan semangat saling menghormati dan belajar lintas budaya, Tiongkok dan Malaysia berkomitmen membawa nilai-nilai Asia seperti harmoni, inklusivitas, dan kerja sama ke panggung global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....