Presiden Tiongkok dan PM Malaysia Sepakati Kerjasama Komprehensif
- 19 Apr 2025 23:43 WIB
- Medan
KBRN, Putrajaya: Presiden Tiongkok, Xi Jinping, melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, di kediaman resmi Perdana Menteri Seri Perdana, Putrajaya, Selasa (16/4/2025) sore.
Presiden Xi disambut meriah oleh PM Anwar setibanya di lokasi, dengan iringan tarian tradisional, tabuhan genderang, serta kibaran bendera kedua negara oleh para pemuda Malaysia.
Dalam pernyataannya, Presiden Xi menegaskan bahwa hubungan Tiongkok-Malaysia bukanlah relasi yang baru terbentuk, melainkan pertemanan berakar sepanjang milenium.
“Persahabatan kedua negara telah terbentuk dalam sejarah panjang, diperkuat oleh pertukaran budaya, tumbuh dari kerja sama yang saling menguntungkan, dan kini bermakna lebih dalam saat kita berdiri bersama melewati berbagai tantangan,” kata Presiden Xi, dikutip dari press release yang diterima RRI dari Kementerian Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok.
Presiden Xi menawarkan tiga usulan utama untuk membangun komunitas strategis masa depan bersama yang lebih tinggi.
Pertama, memperkuat koordinasi strategis tingkat tinggi dengan menolak intervensi eksternal. Dalam hal ini, kedua negara akan membentuk mekanisme dialog diplomatik dan pertahanan “2+2” untuk memperdalam kerja sama keamanan dan penegakan hukum.
Kedua, mendorong kerja sama pembangunan berkualitas tinggi di berbagai bidang mutakhir seperti ekonomi digital, ekonomi hijau, ekonomi biru, kecerdasan buatan, serta integrasi rantai industri dan talenta. Malaysia dan Tiongkok juga sepakat meningkatkan sistem transportasi laut-darat dan mengembangkan kawasan industri “Two Countries, Twin Parks”.
Ketiga, mempererat pertukaran antarsipiliasi dan generasi muda. Dengan adanya perjanjian bebas visa, Xi berharap pertukaran pariwisata, pendidikan, dan budaya semakin intens. Ia juga mendorong penguatan dialog antara Islam dan Konfusianisme sebagai jembatan peradaban antarbangsa.
Presiden Xi menilai tema keketuaan ASEAN 2025 yang diusung Malaysia, “inklusivitas dan keberlanjutan”, sejalan dengan kebutuhan zaman. Ia menegaskan dukungan penuh bagi kepemimpinan Malaysia di ASEAN dan menyuarakan penolakan terhadap segala bentuk pemisahan ekonomi, tarif sepihak, dan dominasi negara kuat atas yang lemah.
“Tiongkok dan Malaysia akan bersama-sama menghadapi instabilitas global dengan stabilitas dan kepastian khas Asia,” katanya.
PM Anwar dalam sambutannya menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas dukungan Tiongkok selama ini. Ia menyebut Presiden Xi sebagai sosok pemimpin dunia yang sukses membawa Tiongkok keluar dari kemiskinan ekstrem dan mendorong kemakmuran bersama.
“Presiden Xi adalah sahabat sejati Malaysia. Kunjungannya kali ini menjadi yang paling bersejarah karena menghasilkan jumlah kesepakatan kerja sama terbanyak,” kata Anwar.
PM Anwar juga menegaskan komitmen Malaysia terhadap kebijakan satu Tiongkok dan menolak segala bentuk gerakan kemerdekaan Taiwan. Ia menyatakan kesiapan Malaysia untuk memperluas kerja sama dengan Tiongkok di sektor ekonomi digital, teknologi baru, dan mempererat hubungan antarwarga kedua negara.
“Malaysia menilai tinggi peran positif Tiongkok dalam isu internasional dan kawasan. Sebagai Ketua ASEAN dan Koordinator Dialog ASEAN-Tiongkok, kami akan terus memajukan kemitraan ini demi perdamaian dan kemakmuran regional,” ujar Anwar.
Usai pertemuan, kedua pemimpin menyaksikan penandatanganan lebih dari 30 dokumen kerja sama di berbagai sektor, mulai dari inisiatif pembangunan global, keamanan, dialog peradaban, kecerdasan buatan, perlindungan panda raksasa, hingga perjanjian bebas visa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....