Presiden Xi Jinping Temui Para Perwakilan Bisnis Internasional

  • 28 Mar 2025 18:20 WIB
  •  Medan

KBRN, Beijing: Presiden Republik Rakyat Tiongkok, Xi Jinping, bertemu dengan lebih dari 40 pimpinan global perusahaan multinasional dan perwakilan dewan bisnis internasional di Balai Agung Rakyat, Beijing, pada Jumat pagi (28/3/2025). Pertemuan ini menjadi ajang penting untuk memperkuat sinyal bahwa China tetap terbuka bagi investasi asing dan terus memainkan peran utama dalam perekonomian global.

Dalam sambutannya, Presiden Xi menyampaikan apresiasi atas komitmen jangka panjang komunitas bisnis internasional dalam menjalin kerja sama dengan China. Ia menyoroti “dua keajaiban” yang telah dicapai negaranya sejak berdirinya Republik Rakyat Tiongkok, yaitu pertumbuhan ekonomi yang pesat dan stabilitas sosial yang berkelanjutan, terutama dalam empat dekade terakhir sejak reformasi dan keterbukaan.

“Capaian ini merupakan hasil dari kepemimpinan kuat Partai Komunis Tiongkok (CPC), kerja keras rakyat Tiongkok, serta dukungan komunitas internasional, termasuk kontribusi besar dari perusahaan asing,” ujar Xi dalam keterangan yang diterima oleh RRI dari Kementerian Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok.

Ia menegaskan bahwa keterlibatan bisnis asing dalam pembangunan China telah mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, mempercepat kemajuan teknologi dan manajemen, serta memperkuat keterbukaan dan integrasi China dalam globalisasi ekonomi. Menurutnya, perusahaan asing tidak hanya menjadi peserta penting dalam modernisasi China, tetapi juga menikmati hasil yang saling menguntungkan serta membangun hubungan yang erat dengan rakyat Tiongkok.

Presiden Xi menyampaikan bahwa China tetap menjadi jangkar stabilitas dan kontributor utama bagi pertumbuhan global. Dengan komitmen terhadap keterbukaan tingkat tinggi, China kini memperluas keterbukaan institusional dalam bentuk aturan, regulasi, manajemen, dan standar. “Pintu China tidak akan tertutup, tetapi akan semakin terbuka lebar,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa China dengan pasar konsumen terbesar kedua di dunia dan kelompok penduduk berpenghasilan menengah terbesar, menawarkan potensi investasi dan konsumsi yang sangat besar. Transformasi hijau, digital, dan cerdas yang tengah dipercepat oleh China, didukung oleh ekosistem industri yang kuat, menjadi ladang uji terbaik bagi inovasi dan peningkatan industri global.

“China memiliki sistem hukum dan kebijakan yang kondusif bagi investasi asing, serta terus membangun lingkungan bisnis kelas dunia yang berorientasi pasar, berbasis hukum, dan internasional. Memilih China berarti memilih peluang dan masa depan yang menjanjikan,” kata Xi. “”

Dalam pernyataannya, Xi juga mengungkapkan bahwa Pleno Ketiga Komite Sentral CPC ke-20 telah merumuskan peta jalan dan jadwal reformasi kerangka regulasi investasi luar dan dalam negeri. Pemerintah China, katanya, akan terus menurunkan ambang akses pasar, menjamin perlakuan nasional yang setara, serta melindungi hak dan kepentingan sah bisnis asing sesuai hukum.

Terkait peran global, Xi kembali menegaskan bahwa multilateralime adalah satu-satunya pilihan untuk menghadapi tantangan dunia. “Globalisasi ekonomi adalah tren sejarah yang tak terbendung,” ucapnya. Ia menyerukan agar perusahaan asing dan multinasional turut menjaga sistem perdagangan multilateral, rantai pasok global, serta mendorong keterbukaan dan kerja sama internasional.

Sejumlah tokoh bisnis internasional yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Presiden FedEx Corporation Rajesh Subramaniam, Ketua Dewan Manajemen Mercedes-Benz AG Ola Källenius, CEO Sanofi SA Paul Hudson, Direktur Eksekutif HSBC Georges Elhedery, Presiden Hitachi Ltd. Toshiaki Higashihara, Presiden SK Hynix Inc. Kwak Noh-jung, dan Presiden Saudi Aramco Amin Nasser.

Para pimpinan tersebut memuji kemajuan ekonomi China yang stabil melalui reformasi mendalam dan keterbukaan tinggi di bawah kepemimpinan Xi Jinping. Mereka melihat China telah mendorong transformasi industri lewat inovasi, dari “Made in China” menjadi “tenaga produktif berkualitas baru”, serta terus menjadi motor penggerak utama perekonomian global di tengah meningkatnya proteksionisme.

Mereka menyatakan kesiapan untuk memperluas kerja sama investasi dengan China, berpartisipasi dalam modernisasi Tiongkok, serta membangun jembatan kerja sama antara China dan dunia. Komitmen untuk mendukung pasar global yang terbuka dan perdagangan bebas juga ditegaskan sebagai bagian dari kontribusi mereka bagi ekonomi dunia.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut anggota Komite Tetap Politbiro CPC Cai Qi, Menteri Luar Negeri Wang Yi, dan Wakil Perdana Menteri He Lifeng.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....