Boao Forum 2025, Tiongkok Dorong Solidaritas dan Kerja Sama

  • 28 Mar 2025 14:13 WIB
  •  Medan

KBRN, Boao: Konferensi Tahunan Boao Forum for Asia (BFA) 2025 resmi dibuka pada Kamis (27/3/2025) di Boao, Provinsi Hainan, Tiongkok. Dalam pidato utamanya, Wakil Perdana Menteri Dewan Negara Republik Rakyat Tiongkok, Ding Xuexiang, menyerukan pentingnya membangun komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia, memperkuat kerja sama regional, dan menghadapi tantangan global secara kolektif.

Ding menyampaikan empat usulan utama untuk mendorong Asia menjadi kawasan yang damai, terbuka, dan penuh potensi dalam membangun masa depan global.

Pertama, memperkuat solidaritas dan kerja sama melalui peningkatan saling percaya. Ia menekankan bahwa tingkat kepercayaan yang tinggi antarnegara merupakan prasyarat utama dalam membangun komunitas Asia dengan masa depan bersama.

“Kita harus menjunjung nilai-nilai Asia yang mengedepankan perdamaian, kerja sama, inklusivitas, dan integrasi,” kata Ding, dikutip dari keterangan Xinhua kepada RRI.

Ia juga mengajak negara-negara Asia untuk meneruskan semangat Asian Way, yang mencakup saling menghormati, membangun konsensus, serta mempertimbangkan kenyamanan semua pihak. Dalam konteks global, Ding menegaskan pentingnya mempertahankan multilateralisme sejati, menjaga sistem internasional yang berpusat pada PBB, serta memastikan tata kelola global yang lebih adil dan merata.

Kedua, Tiongkok mengajak untuk mendorong globalisasi ekonomi melalui keterbukaan dan integrasi. Ding menyebut bahwa keterbukaan dan kerja sama telah menjadi fondasi keberhasilan Asia sebagai kawasan paling dinamis di dunia. Ia menyerukan upaya bersama untuk mempertahankan sistem perdagangan bebas, menolak proteksionisme, serta mendorong integrasi regional.

“Kita harus memanfaatkan mekanisme kerja sama kawasan, mendorong implementasi berkualitas tinggi RCEP, dan menyelesaikan Protokol Peningkatan China-ASEAN Free Trade Area versi 3.0,” ujarnya.

Melalui keterbukaan dan integrasi Asia, Ding berharap globalisasi ekonomi bisa menjadi lebih inklusif dan saling menguntungkan.

Ketiga, Tiongkok mendorong kemakmuran dan pembangunan melalui kerja sama yang saling menguntungkan. Ia menekankan pentingnya menjadikan pembangunan sebagai prioritas utama, melaksanakan Global Development Initiative, dan mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB.

Ding juga menyoroti kemajuan teknologi di Asia, termasuk kecerdasan buatan, big data, dan energi baru. Menurutnya, kerja sama dalam bidang sains, teknologi, dan inovasi perlu diperkuat, serta hasil inovasi harus dibagikan demi kemajuan bersama. Ia menambahkan bahwa platform pembiayaan seperti AIIB dan Silk Road Fund dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, tidak hanya di Asia, tetapi juga secara global.

Keempat, menjaga ketenangan dan stabilitas melalui hidup berdampingan secara damai. Menurut Ding, Asia secara umum masih menjadi kawasan yang damai dan stabil, dan hal itu harus terus dijaga. Ia mendorong penguatan visi keamanan yang bersifat bersama, menyeluruh, kooperatif, dan berkelanjutan.

Tahun ini, Asia dan dunia memperingati beberapa tonggak penting sejarah: 80 tahun kemenangan dalam Perang Perlawanan Rakyat Tiongkok terhadap Agresi Jepang dan Perang Dunia II, 80 tahun berdirinya PBB, serta 70 tahun Konferensi Asia-Afrika di Bandung.

“Kita harus bekerja sama menjaga prinsip-prinsip Piagam PBB, mendorong pemahaman sejarah Perang Dunia II yang benar, dan melanjutkan semangat Bandung,” ungkapnya. Hal ini, lanjut Ding, mencakup penyelesaian sengketa melalui dialog dan konsultasi, serta menciptakan lingkungan keamanan untuk semua pihak.

Sebagai informasi, Boao Forum for Asia (BFA) adalah organisasi internasional non-pemerintah dan nirlaba yang didirikan pada tahun 2001 dengan tujuan mempromosikan integrasi ekonomi regional dan mendekatkan negara-negara Asia menuju tujuan pembangunan bersama. Setiap tahun, BFA mengadakan konferensi tahunan di Boao, Provinsi Hainan, Tiongkok, yang menjadi platform penting bagi para pemimpin pemerintahan, bisnis, dan akademisi untuk berdiskusi mengenai isu-isu ekonomi, sosial, dan lingkungan yang mempengaruhi Asia dan dunia.

Konferensi Tahunan Boao Forum for Asia 2025 berlangsung dari 25 hingga 28 Maret 2025 di Boao, Hainan. Tema konferensi tahun ini adalah "Asia dalam Dunia yang Berubah: Menuju Masa Depan Bersama," yang mencerminkan fokus pada revitalisasi multilateralisme, mempromosikan keterbukaan dan pembangunan, serta merespons tantangan global secara kolektif. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk kepala organisasi internasional dan regional, pejabat setingkat menteri, pengusaha dari Fortune Global 500, serta pakar dan akademisi terkemuka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....