India Lampaui USD 4 Triliun, Siap Menyalip Jepang

  • 26 Mar 2025 16:22 WIB
  •  Medan

KBRN, Medan: Ekonomi India telah mencapai USD 4 triliun, menjadikannya yang terbesar kelima di dunia. Dengan tren ini, India diperkirakan akan melampaui Jepang pada 2025 dan Jerman pada 2027.

Menurut IMF, PDB India tumbuh 105 persen dalam satu dekade terakhir. Pada 2025, PDB India mencapai USD 4,3 triliun, hanya sedikit di bawah Jepang yang stagnan di USD 4,4 triliun.

India mencatat pertumbuhan lebih cepat dibandingkan ekonomi besar lainnya. AS tumbuh 66 persen dalam satu dekade terakhir, China 76 persen, sedangkan Inggris hanya 28 persen.

Perbandingan dengan Prancis dan Inggris menunjukkan keunggulan India. Pada 2015, PDB Prancis dan Inggris lebih besar, tetapi pada 2025 India akan melampaui keduanya dengan selisih lebih dari 30 persen.

India kini bersiap menjadi ekonomi terbesar ketiga di dunia. Jika pertumbuhan di atas 6,5 persen berlanjut, India akan menyalip Jepang dalam beberapa bulan dan Jerman pada 2027.

Meski tumbuh pesat, India masih tertinggal jauh dari China dan AS. Pada 2025, ekonomi China mencapai USD 19,5 triliun dan AS USD 30,3 triliun, jauh di atas India yang baru USD 4,3 triliun.

China mengalami perlambatan pertumbuhan dalam dekade terakhir. PDB India naik 105 persen sejak 2015, sementara China hanya tumbuh 77 persen.

India menunjukkan percepatan luar biasa dalam menambah USD 1 triliun ke ekonominya. Setelah butuh 60 tahun untuk mencapai USD 1 triliun pertama, kini India bisa menambah USD 1 triliun dalam 1,5 tahun.

Menurut laporan IDBI, pertumbuhan India akan didukung oleh manufaktur, ekspor, dan kebijakan insentif pemerintah. Skema seperti Production Linked Incentive (PLI) akan terus mendorong ekspansi ekonomi.

Partai BJP menyebut pencapaian ini sebagai hasil kepemimpinan tegas Narendra Modi. Mereka menyoroti reformasi ekonomi dan kebijakan pro-bisnis yang membuat India menjadi ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Secara historis, India dan China pernah menjadi ekonomi terbesar dunia sebelum kolonialisme. Kini, keduanya kembali bangkit, dengan China di posisi kedua dan India di posisi ketiga pada masa depan.

Tentang Penulis:

Sumit Ahlawat memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di dunia media berita. Ia pernah bekerja dengan Press Trust of India, Times Now, Zee News, Economic Times, dan Microsoft News. Ia meraih gelar Magister dalam bidang Media Internasional dan Sejarah Modern dari University of Sheffield, Inggris. Ia dapat dihubungi melalui email: ahlawat.sumit85 (at) gmail.com.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....