Dunhuang Menjadi Sentra Pertanian Modern di Tengah Gurun
- 23 Mar 2025 18:02 WIB
- Medan
KBRN, Dunhuang: Di balik hamparan gurun Gobi, Kota Dunhuang justru berkembang sebagai pusat pertanian modern yang efisien dan produktif. Pemerintah setempat berhasil memanfaatkan potensi tanah dan air secara optimal untuk mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakatnya.
“Kami menghasilkan anggur segar berkualitas tinggi serta berbagai jenis sayuran segar,” kata Zhu Yuming, Wakil Sekretaris Komite Partai Komunis Tiongkok (CPC) Kota Dunhuang, saat menyampaikan pemaparan kepada RRI dan para jurnalis internasional peserta China International Press Communication Center (CIPCC) di The Silk Road Dunhuang Hotel, Jumat (14/3/2025) lalu.
Ia menjelaskan bahwa sistem irigasi di wilayah ini telah menjangkau 85% lahan pertanian, dengan efisiensi air yang meningkat hingga 40 persen.
Dengan luas wilayah pertanian yang relatif kecil, hanya sekitar 190 kilometer persegi, Dunhuang mampu mengembangkan hortikultura unggulan seperti anggur, aprikot, kurma, melon, persik, dan pir. Produk-produk ini tidak hanya dijual di pasar domestik, tetapi juga diekspor ke negara-negara seperti Vietnam, Rusia, dan Belarus.
“Para petani di sini tidak hanya menanam sayur atau gandum, tetapi juga beternak sapi, domba, ayam, dan lainnya. Jumlah total ternak mencapai sekitar 500 ribu ekor,” ujar Zhu menambahkan.
Dunhuang juga telah ditetapkan sebagai salah satu wilayah demonstrasi pertanian modern di Tiongkok. Sistem pertanian terpadu dan berbasis teknologi di wilayah ini menjadi contoh bagaimana kawasan gurun bisa berubah menjadi lumbung pangan berkelanjutan.
Dengan inovasi di sektor pertanian dan dukungan kebijakan lokal, Dunhuang membuktikan bahwa lingkungan ekstrem sekalipun dapat ditaklukkan dengan pendekatan ilmiah dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....