Keindahan Alam dan Budaya Gansu, Permata Tiongkok Barat

  • 23 Mar 2025 00:27 WIB
  •  Medan

KBRN, Dunhuang: Provinsi Gansu di barat laut Tiongkok mencuri perhatian dunia berkat keindahan alamnya yang luar biasa, kekayaan budaya, serta nilai sejarah yang mendalam. Terletak di jalur utama Jalur Sutra kuno, wilayah ini menghadirkan lanskap yang sangat beragam, mulai dari padang pasir dan gurun Gobi, hingga hutan bersalju, dataran tinggi, dan pegunungan salju.

Dengan luas mencapai 420.000 kilometer persegi dan membentang sepanjang 1.600 kilometer dari barat ke timur, Gansu menjadi salah satu provinsi terbesar di Tiongkok, menjadikannya titik temu geologis antara Dataran Tinggi Mongolia Dalam, Dataran Tinggi Tibet, dan Dataran Loess Kuning.

“Kalau Anda pergi ke Gansu, itu seperti mengunjungi dua pertiga wilayah Tiongkok. Setiap kota memiliki karakter yang berbeda—ada yang berupa padang pasir, hutan bersalju, padang rumput, pegunungan salju, bahkan ada habitat panda raksasa,” ujar Zhu Lili, Wakil Direktur Kantor Urusan Luar Negeri Provinsi Gansu, dalam paparannya kepada RRI dan para jurnalis internasional peserta China International Press Communication Center (CIPCC) di The Silk Road Dunhuang Hotel, Jumat (14/3/2025) lalu.

Gansu dikenal sebagai wilayah dengan kekayaan geografi dan budaya yang unik. Zhu menjelaskan, provinsi ini merupakan perpaduan dari berbagai peradaban dan budaya, seperti budaya Sungai Kuning, budaya Jalur Sutra, budaya Tiongkok Tengah, dan budaya wilayah barat. “Gansu adalah campuran dari berbagai budaya yang membentuk identitas Tiongkok secara keseluruhan.”

Wilayah ini juga menyimpan jejak kehidupan purba. Di Prefektur Otonom Muslim Linxia, berdiri sebuah museum dinosaurus yang menampilkan fosil binatang kuno dan gejala-gejala geologis yang menunjukkan bahwa jutaan tahun lalu, wilayah ini pernah menjadi lautan. “Itulah mengapa kami memiliki museum binatang purba. Kami sebenarnya punya semuanya di Gansu, kecuali lautan meskipun dulu wilayah ini adalah laut purba,” tambahnya.

Salah satu simbol paling ikonik dari Gansu adalah Bronze Galloping Horse atau Kuda Perunggu Berlari, yang kini menjadi lambang resmi pariwisata Tiongkok. Artefak ini ditemukan di Kota Wuwei. “Tapi hanya sedikit orang tahu bahwa kuda ini berasal dari Gansu. Kini, karena nilainya yang sangat tinggi, artefak tersebut tidak lagi diizinkan untuk dipamerkan ke luar negeri,” kata Zhu.

Provinsi ini juga menjadi rumah bagi dua dari empat gua Buddha paling terkenal di Tiongkok, yakni Mogao Grottoes di Dunhuang dan Maiji Mountain Grottoes di Tianshui, yang menyimpan ribuan lukisan dan patung Buddha dari berbagai periode.

Sementara itu, di Jiayuguan lokasi titik paling barat dari Tembok Besar Tiongkok juga ditemukan sebuah batu bata kuno bergambar tukang pos menunggang kuda. Uniknya, gambar itu tidak memperlihatkan mulut sang tukang pos. “Itu artinya: jaga rahasia. Jangan bicara tentang apa yang Anda kirim. Ini simbol budaya pos zaman kuno di Tiongkok,” ujar Zhu.

Gansu juga menyimpan jejak langkah Kaisar Pertama Tiongkok, Qin Shi Huang, yang memprakarsai pembangunan Tembok Besar dan jalan raya pertama di dunia, yang juga berada di kota Qingyang, Gansu. “Separuh dari Tembok Besar Tiongkok berada di wilayah Gansu. Banyak dari struktur itu merupakan reruntuhan dari berbagai dinasti,” jelasnya.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....