Koridor Hexi, Jalur Sutra Tiongkok Penghubung Dunia
- 23 Mar 2025 00:02 WIB
- Medan
KBRN, Dunhuang: Koridor Hexi adalah jalur darat penting di Provinsi Gansu, Tiongkok, yang sejak ribuan tahun lalu menjadi penghubung utama antara Tiongkok dengan wilayah Asia Tengah dan sekitarnya melalui Jalur Sutra. Koridor ini berperan besar dalam sejarah perdagangan, pertukaran budaya, serta penyebaran agama dan ilmu pengetahuan.
Dunhuang, kota bersejarah yang menjadi titik paling barat dari Koridor Hexi, adalah gerbang menuju Asia Tengah.
“Kita sekarang berada di Dunhuang, yang terletak di ujung barat Koridor Hexi. Jika kita melakukan perjalanan sekitar 1.100 kilometer ke arah timur, kita akan sampai di Lanzhou, ibu kota Provinsi Gansu,” kata Kang Jixin kepada RRI dan jurnalis internasional yang tergabung dalam China International Press Communication Center (CIPCC) pada Jumat (14/3/2025) lalu di Museum Dunhuang.
Secara geografis, Koridor Hexi diapit oleh dua bentang alam utama: Pegunungan Qilian di sebelah selatan dan Pegunungan Bei (Utara) di sebelah utara.
“Koridor Hexi diapit oleh dua fitur geografis besar: di selatan terdapat Pegunungan Qilian, dan di utara terdapat Pegunungan Bei,” tambah Kang Jixin.
Koridor ini membentang sepanjang lebih dari 1.000 kilometer dari Lanzhou di timur hingga Jiayuguan di barat, melewati dataran oasis yang dahulu menjadi jalur vital bagi para pedagang, utusan kerajaan, dan biksu pengelana.
“Sejak zaman kuno, jalur ini sangat penting untuk perdagangan dan pergerakan militer,” ujar Kang Jixin.
Sejarah mencatat bahwa lebih dari 2.100 tahun lalu, pada masa Dinasti Han (206 SM–220 M), pemerintah Tiongkok menguasai wilayah Koridor Hexi dan mendirikan dua gerbang militer utama di Dunhuang, yaitu Gerbang Giok (Yumen Pass) dan Gerbang Matahari (Yang Pass).
“Pada masa Dinasti Han, lebih dari 2.100 tahun lalu, dua gerbang militer penting didirikan di Dunhuang: Gerbang Giok dan Gerbang Matahari,” ungkap Kang Jixin.
Dari kedua gerbang ini, produk-produk Tiongkok seperti sutra, teh, dan kerajinan tangan dikirim ke wilayah barat. Sebaliknya, para pedagang dari Wilayah Barat membawa barang-barang baru dan gagasan-gagasan segar ke pusat Tiongkok.
“Dengan demikian, Dunhuang menjadi pusat perdagangan utama di Jalur Sutra kuno, memainkan peran penting dalam pertukaran budaya dan ekonomi antara Tiongkok dan dunia luar,” tutur Kang Jixin.
Selain jalur dagang, Koridor Hexi juga menjadi jalan utama dalam penyebaran agama Buddha. Salah satu bukti pentingnya adalah keberadaan Gua Mogao di Dunhuang, kompleks gua kuno yang dihiasi ribuan lukisan dinding dan menyimpan ribuan manuskrip bersejarah.
Kini, Koridor Hexi kembali dihidupkan melalui proyek modern seperti Belt and Road Initiative (BRI). Pemerintah Tiongkok memperkuat infrastruktur, melestarikan situs budaya, serta mengembangkan sektor pariwisata untuk menghidupkan kembali semangat keterhubungan antarbangsa yang pernah berjaya di masa lalu. Koridor Hexi bukan sekadar jalur kuno di antara gurun dan pegunungan. Ia adalah saksi sejarah keterbukaan, pertukaran budaya, dan kerja sama peradaban yang tetap hidup dan relevan hingga hari ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....