Mogao Grottoes Pancarkan Kejayaan Zaman Dinasti Tang

  • 22 Mar 2025 16:40 WIB
  •  Medan

KBRN, Dunhuang: Mogao Grottoes di Dunhuang, Provinsi Gansu, Tiongkok, adalah salah satu mahakarya seni dan arsitektur terbesar yang berkembang selama lebih dari 1.000 tahun, meliputi beberapa dinasti, termasuk Dinasti Wei Utara (386-534 M), Dinasti Sui (581-618 M), Dinasti Tang (618-907 M), Dinasti Song (960-1279 M), dan Dinasti Yuan (1271-1368 M). Meskipun pembangunannya dimulai sebelum Dinasti Tang, masa kejayaan Mogao Grottoes terjadi pada Dinasti Tang, yang dikenal sebagai zaman keemasan budaya Tiongkok.

Di antara 492 gua utama yang tersebar di tebing batu Gurun Gobi, gua-gua dari era Dinasti Tang menonjol karena keindahan dan keasliannya. Salah satu contoh terbaik adalah Gua Nomor 45, yang berisi patung-patung dan mural asli dari masa Dinasti Tang yang belum pernah mengalami restorasi.

“Gua ini telah bertahan selama lebih dari 1.200 tahun. Semuanya asli dari Dinasti Tang,” jelas Li Yaping, pemandu wisata Mogao Grottoes, kepada RRI dan jurnalis internasional yang tergabung dalam China International Press Communication Center (CIPCC) pada Jumat (14/3/2025) lalu.

Keistimewaan patung-patung di Mogao terletak pada teknik pembuatannya yang unik. Alih-alih dipahat dari batu, patung-patung ini dibuat dari rangka kayu, dilapisi dengan stucco, campuran tanah liat dan jerami, lalu dicat menggunakan pigmen mineral alami.

“Semua patung di Gua Mogao dibuat dengan rangka kayu, dilapisi dengan stucco, lalu dicat. Jadi, bagian dalamnya bukan batu, tapi kayu. Iklim Dunhuang yang kering sangat membantu pelestarian lukisan dan patung ini,” tambah Li Yaping, menjelaskan mengapa warna-warna dalam gua masih tampak segar hingga hari ini.

Di dalam gua, patung utama Buddha Shakyamuni duduk megah dengan ciri khas ikonografi Buddhis, seperti alis panjang, hidung tinggi, dan tiga lipatan di leher—simbol keberuntungan. Di sekitarnya berdiri dua murid Buddha, Kashyapa (tua dan kurus) dan Ananda (muda dan lembut), serta dua Bodhisattva yang digambarkan menyerupai wanita istana Dinasti Tang, mengenakan jubah mewah dengan motif bunga dan warna cerah.

Lukisan dinding di gua-gua Dinasti Tang juga menampilkan adegan kehidupan Buddha, rombongan pedagang, dan pengaruh budaya dari berbagai bangsa. Salah satu karya paling mengesankan adalah gambaran Feitian atau Apsara Terbang, makhluk surgawi penari yang dilukis seolah melayang di langit tanpa sayap, berkat pita panjang yang membalut tubuh mereka.

“Dalam gaya Dinasti Tang, Feitian digambarkan anggun, elegan, dan penuh dinamika,” kata Li Yaping. Warna kulit mereka yang kini kecokelatan adalah hasil oksidasi dari pigmen asli yang dulunya berwarna merah muda atau kulit alami.

Tak hanya bagian dalam gua, keajaiban arsitektur Dinasti Tang juga terlihat dari fasad kayu yang melindungi mulut gua. Beberapa struktur kayu ini masih asli dari abad ke-8 hingga ke-10, menunjukkan keahlian teknik dan ketahanan material yang luar biasa.

“Fasad kayu ini adalah bukti kemajuan arsitektur pada masa Dinasti Tang,” ucap Li.

Warisan artistik Mogao Grottoes dari era Dinasti Tang bukan hanya tentang keindahan visual, tetapi juga tentang makna spiritual dan sejarah. Setiap detail, dari guratan kuas hingga lipatan jubah patung, mencerminkan dedikasi para seniman dan keyakinan mereka terhadap dunia spiritual. Mogao Grottoes menjadi bukti abadi dari kejayaan budaya dan seni Dinasti Tang, yang terus menginspirasi generasi hingga hari ini.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....