Jiayuguan Pass, Benteng Tembok Besar China di Gansu

  • 16 Mar 2025 21:39 WIB
  •  Medan

KBRN, Jiayuguan: Jiayuguan Pass merupakan benteng yang dibangun pada tahun 1372 di era Dinasti Ming. Terletak di Kota Jiayuguan, Provinsi Gansu, China, benteng ini menjadi bagian dari sistem pertahanan Tembok Besar China dan berfungsi sebagai titik strategis di Koridor Hexi, jalur utama di sepanjang Jalur Sutra.

Jiayuguan Pass, yang juga dikenal sebagai “Hexi First Pass,” terletak di Koridor Hexi, sebuah jalur sempit yang membentang di antara Pegunungan Qilian yang bersalju dan Pegunungan Hei yang bergelombang. Dengan jarak hanya 30 kilometer di antara keduanya, lokasi ini menjadi pertahanan alami yang kuat.

“Jiayuguan Pass adalah gerbang pertama yang paling barat dari Tembok Besar China. Dulu, ini adalah medan pertempuran yang sangat penting,” ujar Li Zhijie, pemandu wisata di Jiayuguan Pass kepada para jurnalis internasional yang tergabung dalam China International Press Communication Center (CIPCC), Rabu (12/3/2025)

Menurut informasi pada papan penjelasan, benteng ini dirancang dengan struktur tiga lapis pertahanan yang terdiri dari kota dalam, kota luar, dan berbagai garis pertahanan tambahan. Kota ini juga memiliki sistem parit dan menara pengintai yang memperkuat perlindungannya, menjadikannya hampir tak terkalahkan dalam sejarah.

Salah satu struktur penting di Jiayuguan adalah Watch Tower, yang berfungsi sebagai tempat para prajurit berjaga. “Menara ini setinggi 5,4 meter dengan struktur tanpa atap, tetapi memiliki platform pengamatan. Di sekelilingnya terdapat crenel atau celah pertahanan seperti blockhouse,” tulis papan informasi di lokasi tersebut.

Sementara itu, Beidi Tower, yang dibangun pada tahun 1506, digunakan untuk pertahanan sekaligus tempat istirahat bagi patroli dan penyimpanan senjata. “Menara ini memiliki tiga ruangan dengan luas 17 meter persegi,” menurut informasi yang tertera di situs.

Di dalam kota, terdapat Huiji Door, sebuah gerbang yang dinamai berdasarkan karakter “Huiji” pada gerbang Kota Xiweng. Menurut catatan sejarah, gerbang ini menjadi titik pertemuan penting bagi para pejabat, pedagang, dan utusan kerajaan dari wilayah barat yang melakukan perjalanan ke Dinasti Central Plains untuk memberikan upeti.

“Gerbang ini bukan hanya bagian dari sistem pertahanan, tetapi juga melambangkan persahabatan dan perdagangan,” ungkap Li.n

Bangunan di dalam Jiayuguan Pass, Tembok Besar China yang terletak di Kota Jiayuguan, Provinsi Gansu, China (Foto: RRI/Mario Pascal)

Salah satu kisah terkenal dari pembangunan Jiayuguan adalah tentang seorang ahli perancang bernama Yi Kaizhan, yang dikatakan telah menghitung jumlah batu bata yang diperlukan untuk membangun benteng ini dengan sangat akurat, 999.999 batu bata.

“Setelah pembangunan selesai, hanya satu batu bata tersisa, yang diletakkan di atas gerbang sebagai simbol kecermatan perhitungan,” ujar Li.

Konstruksi benteng ini juga menggunakan teknik khusus dalam pembangunannya. Salah satu metode uji kualitas dindingnya adalah dengan menembakkan panah dari jarak jauh.

“Jika panah berhasil menembus dinding, maka itu berarti kualitasnya tidak memenuhi standar dan harus dibangun ulang,” kata Li.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....