Tiongkok Bangun Kota Cerdas, Hijau, dan Berkelanjutan untuk Masa Depan

  • 11 Mar 2025 18:39 WIB
  •  Medan

KBRN, Beijing: Pemerintah Tiongkok terus mempercepat transformasi perkotaan dengan mengedepankan pembangunan infrastruktur cerdas, hijau, dan ramah lingkungan. Dalam konferensi pers terkait kesejahteraan rakyat pada sesi ketiga Kongres Rakyat Nasional (NPC) ke-14 di Beijing, Minggu (9/3/2025), Menteri Perumahan dan Pembangunan Perkotaan-Pedesaan Ni Hong menegaskan bahwa pembaruan perkotaan menjadi strategi utama dalam membangun kota yang lebih layak huni, berkelanjutan, dan tangguh terhadap tantangan masa depan.

“Kami berkomitmen untuk membangun kota yang lebih ramah lingkungan, lebih cerdas, dan lebih aman. Pembangunan infrastruktur digital dan hijau akan terus diperkuat guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Ni Hong.

Sebagai bagian dari program pembaruan perkotaan, pemerintah Tiongkok telah mengembangkan lebih dari 40.000 taman kecil (pocket parks) dan 120.000 km jalur hijau perkotaan. Proyek ini bertujuan menciptakan lebih banyak ruang terbuka hijau yang tidak hanya meningkatkan estetika kota, tetapi juga berkontribusi pada kualitas udara yang lebih baik dan mengurangi efek urban heat island.

“Ruang hijau di perkotaan memberikan manfaat besar bagi kesejahteraan masyarakat. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk menciptakan kota yang lebih sehat dan lebih nyaman bagi penduduk,” katanya.

Selain itu, pemerintah juga telah merenovasi 400.000 km pipa bawah tanah, guna memastikan infrastruktur kota lebih tahan terhadap bencana dan berfungsi dengan optimal dalam jangka panjang.

Ni Hong juga menekankan pentingnya penerapan teknologi dalam pengelolaan kota. Salah satu fokus utama adalah pengembangan infrastruktur digital dan sistem manajemen pintar untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan layanan publik.

“Keamanan dan ketahanan perkotaan harus ditopang oleh sistem yang berbasis teknologi. Oleh karena itu, kami akan terus memperluas sistem pemantauan digital terhadap infrastruktur vital, seperti jaringan gas, air, dan drainase di kota-kota tingkat prefektur,” ujarnya.

Program ini bertujuan untuk memastikan sistem distribusi gas lebih aman, meningkatkan efisiensi pengelolaan air kota, serta mencegah banjir melalui sistem drainase yang lebih cerdas.

Selain itu, proyek pembangunan 1.000 fasilitas drainase dan pencegahan genangan air akan terus diperluas untuk mengurangi risiko banjir di daerah rawan. Menurut Ni Hong, langkah ini penting dalam memastikan kota lebih tangguh terhadap perubahan iklim dan cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.

“Dengan pembangunan infrastruktur penyimpanan air, jaringan drainase, dan pompa air yang lebih baik, kami berharap dapat mengurangi risiko banjir di area yang paling rentan,” ungkap Ni Hong.

Meski proyek pembaruan perkotaan ini terus mengalami kemajuan, Ni Hong mengakui bahwa tantangan tetap ada, terutama dalam mendapatkan dukungan dari masyarakat. “Misalnya, pemasangan elevator di bangunan lama sering kali menghadapi kendala karena sulitnya mencapai kesepakatan di antara warga. Pembangunan tempat parkir juga menuntut solusi kreatif karena keterbatasan ruang di perkotaan,” ungkapnya.

Namun, ia optimistis bahwa dengan semangat gotong royong dan nilai-nilai tradisional Tiongkok seperti harmoni dan saling membantu, tantangan tersebut dapat diatasi.

“Kami percaya bahwa kerja sama antara pemerintah dan masyarakat akan membawa hasil yang lebih baik dalam menciptakan kota yang benar-benar untuk rakyat,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....