Tiongkok Gunakan AI untuk Percepat Kesesuaian Tenaga Kerja
- 11 Mar 2025 18:30 WIB
- Medan
KBRN, Beijing: Pemerintah Tiongkok terus berinovasi dalam meningkatkan efisiensi pasar tenaga kerja dengan memanfaatkan teknologi Big Data dan kecerdasan buatan (AI). Langkah ini bertujuan untuk mempercepat pencocokan antara pencari kerja dan kebutuhan industri guna mengatasi kesenjangan tenaga kerja di berbagai sektor. Menteri Sumber Daya Manusia dan Jaminan Sosial Tiongkok, Wang Xiaoping, dalam konferensi pers pada Sesi Ketiga Kongres Rakyat Nasional (NPC) ke-14, Minggu (9/3/2025) lalu, menegaskan bahwa penerapan teknologi dalam layanan ketenagakerjaan akan menjadi prioritas utama pemerintah.
“Kami akan membangun sistem layanan tenaga kerja berbasis digital yang lebih cepat, lebih akurat, dan lebih responsif terhadap kebutuhan pasar,” ujarnya.
Salah satu inovasi utama yang akan diterapkan adalah platform pencocokan tenaga kerja berbasis AI, yang mampu menganalisis data dari perusahaan dan pencari kerja secara real-time. Teknologi ini memungkinkan pencari kerja mendapatkan rekomendasi lowongan yang paling sesuai dengan keterampilan mereka, sekaligus membantu perusahaan menemukan kandidat yang tepat dalam waktu yang lebih singkat.
“Dengan memanfaatkan Big Data, kami dapat mengidentifikasi tren ketenagakerjaan, memprediksi kebutuhan industri, dan mengoptimalkan proses perekrutan,” ucap Wang Xiaoping.
Selain itu, pemerintah akan memperkuat sistem layanan ketenagakerjaan berbasis digital, yang memungkinkan pencari kerja mengakses informasi lowongan pekerjaan, mendaftar pelatihan keterampilan, serta berkonsultasi dengan konsultan tenaga kerja hanya dalam beberapa klik. Layanan ini juga akan terintegrasi dengan pusat pelatihan vokasi, sehingga pekerja dapat meningkatkan keterampilan mereka sesuai dengan permintaan pasar.
Sebagai bagian dari strategi digitalisasi ini, pemerintah akan membangun stasiun layanan ketenagakerjaan di komunitas perkotaan dan pedesaan dengan siklus layanan 15 menit, yang berarti pencari kerja dapat mengakses informasi dan bantuan ketenagakerjaan dalam waktu singkat tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap individu, baik di kota maupun pedesaan, memiliki akses yang mudah terhadap layanan ketenagakerjaan,” kata Wang Xiaoping.
Teknologi AI juga akan dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi pelatihan tenaga kerja, dengan menyediakan modul pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja saat ini. Dengan cara ini, pekerja dapat memperoleh keterampilan yang paling dibutuhkan industri, mengurangi risiko “ada pekerjaan tetapi tidak ada orang yang cocok” atau sebaliknya.
Melalui langkah-langkah ini, pemerintah Tiongkok berharap dapat menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih fleksibel, efisien, dan berorientasi masa depan. “Kami akan terus berinovasi dalam layanan tenaga kerja untuk memastikan bahwa semua warga memiliki akses terhadap peluang kerja yang berkualitas,” ungkapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....