Tiongkok Perluas Lapangan Kerja, Targetkan 12 Juta Penempatan Lulusan
- 11 Mar 2025 18:18 WIB
- Medan
KBRN, Beijing: Pemerintah Tiongkok menyiapkan langkah strategis untuk menghadapi lonjakan jumlah lulusan perguruan tinggi pada tahun 2025. Dengan total 12,22 juta lulusan baru, pemerintah berkomitmen memperluas lapangan kerja serta menyediakan program pendukung guna memastikan transisi yang lancar dari dunia pendidikan ke dunia kerja.
Menteri Sumber Daya Manusia dan Jaminan Sosial Tiongkok, Wang Xiaoping, dalam konferensi pers pada Sesi Ketiga Kongres Rakyat Nasional (NPC) China ke-14, Minggu (9/3/2025), menegaskan bahwa stabilitas ketenagakerjaan tetap menjadi prioritas utama.
“Kami akan meluncurkan kebijakan pendukung baru guna meningkatkan perekrutan, memperluas program layanan masyarakat, dan menyediakan lebih banyak peluang magang serta pelatihan keterampilan bagi lulusan baru,” ujarnya.
Salah satu langkah utama yang disiapkan pemerintah adalah program magang skala besar dengan target 1 juta penempatan di berbagai sektor industri dan layanan publik. Program ini bertujuan memberikan pengalaman kerja nyata bagi lulusan baru sehingga mereka lebih siap bersaing di pasar tenaga kerja. Selain itu, pemerintah memperluas inisiatif "Tiga Dukungan dan Satu Bantuan" yang menempatkan lulusan dalam proyek-proyek pembangunan di daerah pedesaan, pendidikan, layanan kesehatan, serta sektor publik lainnya.
Pemerintah juga mendorong lulusan untuk berwirausaha dengan menyediakan pinjaman jaminan kewirausahaan serta mempercepat izin usaha melalui sistem perizinan digital.
“Tahun lalu, program pinjaman kewirausahaan mencapai 270 miliar yuan, dan jumlah ini akan ditingkatkan untuk mendukung inovasi serta pengembangan bisnis baru di kalangan anak muda,” kata Wang Xiaoping.
Selain itu, untuk mengatasi ketidaksesuaian antara keterampilan lulusan dengan kebutuhan industri, pemerintah akan mengintegrasikan teknologi Big Data dalam sistem pencocokan kerja. Langkah ini diharapkan dapat menghubungkan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga mereka secara lebih efisien. Berbagai program pelatihan vokasi juga akan diselenggarakan untuk membekali lulusan dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja.
Pemerintah juga mendorong perusahaan swasta dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar lebih banyak merekrut lulusan baru dengan memberikan insentif pajak serta subsidi tenaga kerja. Program Pekan Rekrutmen Perusahaan Swasta juga akan diperluas guna memberikan lebih banyak peluang bagi lulusan perguruan tinggi.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap lulusan memiliki akses yang lebih luas ke peluang kerja dan mendapatkan pekerjaan yang layak,” ungkapnya.
Dalam dua bulan pertama tahun 2025, pasar tenaga kerja menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang kuat. Banyak perusahaan kembali merekrut tenaga kerja setelah libur Tahun Baru Imlek, sementara pekerja migran dan lulusan baru mulai memasuki dunia kerja lebih awal. Pemerintah Tiongkok optimistis bahwa kombinasi kebijakan yang lebih proaktif dan program yang tepat sasaran dapat membantu mengatasi tantangan ketenagakerjaan bagi lulusan baru.
“Kami akan terus memperkuat langkah-langkah untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja berkualitas tinggi dan memastikan kesejahteraan bagi tenaga kerja muda,” ucap Wang Xiaoping.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....