Pemerintah Tiongkok Percepat Transformasi Digital dalam Layanan Publik

  • 11 Mar 2025 17:58 WIB
  •  Medan

KBRN, Beijing: Pemerintah Tiongkok akan mempercepat penerapan teknologi digital dalam layanan publik, termasuk pemanfaatan big data dan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan efektivitas bantuan sosial, perawatan lansia, serta rehabilitasi bagi penyandang disabilitas. Hal ini disampaikan oleh Menteri Urusan Sipil, Lu Zhiyuan, dalam konferensi pers yang diselenggarakan oleh Pusat Pers Sidang Ketiga Kongres Rakyat Nasional ke-14 di Beijing, Minggu (9/3/2025) lalu.

Menurut Lu Zhiyuan, reformasi layanan publik yang tengah dilakukan bertujuan untuk membuat layanan lebih cepat, mudah diakses, dan terstandarisasi, sejalan dengan modernisasi yang diprioritaskan oleh pemerintah.

“Kami akan mempercepat penelitian dan penerapan solusi berbasis big data dan AI dalam berbagai layanan sosial, termasuk bantuan sosial, perawatan lansia, dan rehabilitasi penyandang disabilitas,” ujar Lu.

Menteri Lu menegaskan bahwa salah satu pergeseran utama dalam reformasi layanan sosial adalah transisi dari metode tradisional ke pendekatan digital dan cerdas. Pemerintah akan memperluas penggunaan teknologi untuk meningkatkan efisiensi, mempercepat respons terhadap kebutuhan masyarakat, serta memastikan transparansi dalam penyaluran bantuan sosial.

“Kami akan memperdalam reformasi dalam sistem layanan terpadu, termasuk pengelolaan bantuan sosial melalui platform daring dan aplikasi seluler. Ini akan memungkinkan masyarakat mengakses layanan pemerintah dengan lebih mudah, kapan saja dan di mana saja,” katanya.

Selain itu, sistem berbasis AI akan digunakan untuk menganalisis kebutuhan penerima manfaat secara lebih akurat, sehingga distribusi bantuan dapat lebih tepat sasaran. Big data juga akan diterapkan dalam sistem pemantauan kesejahteraan lansia, memungkinkan pemerintah mendeteksi lebih dini individu yang membutuhkan intervensi sosial atau layanan kesehatan khusus.

Dalam sektor perawatan lansia dan rehabilitasi penyandang disabilitas, teknologi digital akan menjadi faktor utama dalam meningkatkan kualitas layanan. “Kami akan mengembangkan platform berbasis AI yang dapat membantu lansia mendapatkan layanan kesehatan dan sosial yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Selain itu, teknologi digital akan diterapkan dalam rehabilitasi penyandang disabilitas untuk meningkatkan efektivitas terapi dan pemulihan,” ucap Lu.

Sebagai bagian dari reformasi ini, pemerintah juga akan mengembangkan sistem pengolahan data terpadu yang dapat menghubungkan berbagai layanan sosial, sehingga mempercepat proses administrasi dan mengurangi hambatan birokrasi.

Penerapan teknologi dalam layanan publik diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperluas jangkauan layanan kepada kelompok rentan di masyarakat. Dengan adanya sistem daring dan kecerdasan buatan, masyarakat di daerah terpencil pun dapat mengakses layanan sosial dengan lebih mudah.

“Transformasi digital ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap warga negara dapat memperoleh layanan publik dengan lebih adil dan efisien. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan sosial demi kesejahteraan masyarakat,” ungkap Lu.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....