Tiongkok Dukung Upaya Perdamaian dalam Krisis Ukraina

  • 08 Mar 2025 15:18 WIB
  •  Medan

KBRN, Tiongkok: Tiongkok menegaskan kembali komitmennya untuk mendorong penyelesaian politik atas krisis Ukraina melalui dialog dan negosiasi. Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, dalam konferensi pers diplomasi sesi ketiga Kongres Rakyat Nasional (NPC) ke-14 di Beijing, Jumat (7/3/2025), menegaskan sejak hari pertama konflik, Tiongkok telah aktif mengupayakan perdamaian dan menjadi jembatan bagi dialog antara pihak-pihak terkait.

"Sejak krisis meletus, Tiongkok telah menyerukan penyelesaian politik melalui dialog. Selain negosiasi juga berupaya secara aktif untuk mendorong perundingan damai," kata Wang Yi.

Ia menyebut Presiden Xi Jinping sejak awal telah mengajukan empat prinsip utama sebagai panduan dalam menyelesaikan krisis. Berdasarkan prinsip tersebut, Tiongkok merilis dokumen sikap mengenai Ukraina, mengirim utusan khusus untuk diplomasi shuttle, serta bersama Brasil dan negara-negara Global South lainnya membentuk Group of Friends for Peace di PBB.

"Tiongkok selalu berpegang pada posisi yang objektif dan adil, serta mengedepankan suara yang tenang dan seimbang. Tujuan kami adalah menciptakan kondisi yang memungkinkan solusi krisis dan membangun konsensus untuk perdamaian," ujarnya.

Tiongkok menyambut baik semua inisiatif yang bertujuan mengakhiri konflik dan menciptakan perdamaian yang langgeng. Namun, Wang Yi menekankan bahwa akar permasalahan krisis Ukraina sangat kompleks dan tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat.

"Seperti pepatah Tiongkok yang mengatakan, ‘es setebal tiga kaki tidak terbentuk dalam semalam,’ maka mencairkannya pun tidak bisa terjadi dalam sehari. Konflik tidak akan menghasilkan pemenang, tetapi perdamaian akan menguntungkan semua pihak," kata Wang Yi.

Menurut Wang Yi, meski posisi masing-masing pihak belum sepenuhnya selaras, ada satu kesamaan yang bisa menjadi titik temu. Kesamaan itu adalah keinginan bersama untuk mencapai kesepakatan damai yang adil, berkelanjutan, mengikat, dan dapat diterima oleh semua pihak terkait.

"Ini adalah konsensus yang berharga dan harus menjadi tujuan bersama. Tiongkok siap, sesuai dengan kehendak pihak-pihak yang terlibat, untuk bekerja sama dengan komunitas internasional dalam memainkan peran konstruktif guna mengakhiri krisis ini dan mewujudkan perdamaian yang abadi," ujarnya.

Sebagai penutup, Wang Yi menyoroti konflik Ukraina yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun seharusnya bisa dihindari. Ia menegaskan semua pihak harus belajar dari krisis ini, khususnya dalam hal konsep keamanan global.

Tiongkok kembali menyerukan penerapan visi keamanan baru yang bersifat komprehensif, kooperatif, dan berkelanjutan. Hal ini untuk menciptakan stabilitas jangka panjang, tidak hanya di Eurasia, tetapi juga di seluruh dunia.

"Keamanan harus bersifat timbal balik dan setara. Tidak ada negara yang boleh membangun keamanannya dengan mengorbankan ketidakamanan negara lain," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....