China Berhasil Pulihkan Ekonomi melalui Langkah Makro yang Inovatif

  • 06 Mar 2025 12:17 WIB
  •  Medan

KBRN, Beijing: China berhasil mencapai pemulihan ekonomi yang solid sepanjang tahun 2024 melalui serangkaian langkah makro yang inovatif dan terarah, di tengah tekanan global dan domestik yang semakin kompleks.

Dalam Upacara Pembukaan Sesi Ketiga Kongres Rakyat Nasional (NPC) ke-14 di Great Hall of the People, Beijing, Selasa (5/3/2025), Perdana Menteri Li menjelaskan, perekonomian China mengawali tahun 2024 dengan performa yang kuat pada kuartal pertama. Namun, tekanan eksternal dan internal mulai memengaruhi indikator ekonomi utama sejak kuartal kedua, menyebabkan perlambatan yang cukup signifikan.

Menanggapi situasi tersebut, pemerintah segera memperkuat langkah-langkah penyesuaian siklus ekonomi dan menerapkan kebijakan-kebijakan yang terarah untuk mengatasi tantangan paling mendesak.

"Melalui langkah-langkah yang tepat sasaran dan penerapan kebijakan baru serta yang telah ditetapkan sebelumnya, kami berhasil mendorong pemulihan permintaan, mempercepat pertumbuhan produksi, dan meningkatkan ekspektasi pasar secara nyata," ungkap Li Qiang.

Tren pemulihan terlihat jelas di akhir tahun 2024, di mana ekonomi China bergerak dari awal yang kuat, sempat mengalami tekanan di pertengahan tahun, hingga kembali bangkit menuju akhir tahun dengan momentum positif.

Pemerintah juga mendorong kebijakan fiskal dan moneter secara aktif, termasuk meningkatkan belanja pemerintah di sektor-sektor prioritas dan menurunkan rasio cadangan wajib (RRR) serta suku bunga kebijakan sebanyak dua kali. Upaya ini efektif menekan biaya pembiayaan secara keseluruhan.

Di sisi permintaan domestik, China melaksanakan program peningkatan permintaan efektif melalui strategi pembangunan nasional yang besar serta peningkatan kapasitas keamanan di bidang-bidang strategis.

“Kebijakan penggantian peralatan lama dengan yang baru dan program penukaran barang konsumsi mendorong investasi pembelian peralatan naik 15,7 persen, sementara penjualan ritel peralatan rumah tangga melonjak 12,3 persen,” ujarnya.

Dalam mengatasi tekanan di sektor properti, pemerintah juga mengambil langkah-langkah strategis seperti menurunkan suku bunga pinjaman perumahan dan persyaratan uang muka, yang berkontribusi pada pengurangan pembayaran bunga hingga sekitar 150 miliar yuan. Insentif pajak dan biaya transaksi juga diberlakukan untuk mendukung pasar properti, sekaligus memastikan proyek-proyek perumahan yang tertunda dapat diselesaikan tepat waktu.

Pemerintah China juga berupaya menjaga stabilitas pasar modal dengan mempercepat reformasi sistem dasar dan memperkenalkan berbagai instrumen kebijakan baru, seperti fasilitas swap untuk perusahaan sekuritas, dana, dan asuransi, serta fasilitas pinjaman untuk pembelian kembali saham. Langkah-langkah ini mendorong aktivitas pasar yang lebih dinamis.

Sebagai langkah strategis lainnya, pemerintah menaikkan plafon obligasi khusus pemerintah daerah hingga enam triliun yuan sebagai bagian dari kebijakan satu kali untuk menggantikan utang tersembunyi yang ada. Di sisi lain, reformasi di lembaga keuangan kecil dan menengah dijalankan secara hati-hati untuk mengurangi risiko keuangan di tingkat lokal.

Dengan kombinasi langkah-langkah tersebut, China tidak hanya mampu mengatasi tekanan jangka pendek, tetapi juga memperkuat fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih sehat dan berkelanjutan di masa depan.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....